Seminar Nasional dan Expo bertajuk Hilirisasi Agroforestri Berbasis Sukun dilaksanakan pada 20 Agustus 2025 di Universitas Padjadjaran. Pembukaan ditandai dengan sambutan sekaligus pemukulan gong oleh Rektor Unpad, Prof. dr. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, Sp.M.(K), M.Kes., Ph.D., serta sambutan dari Ketua Dewan Pengawas Yayasan Sukun Nusantara Sejahtera, Ir. Insyaf Malik. Kegiatan ini merupakan wujud kolaborasi strategis yang ditandai melalui penandatanganan perjanjian kerja sama antara Fakultas Pertanian (Faperta) dan Fakultas Teknologi Industri Pertanian (FTIP) Unpad dengan sejumlah mitra utama, yaitu Yayasan Sukun Nusantara Sejahtera, Koperasi Wana Mandiri Lestari, dan Koperasi Agripadja Pangan Nusantara. Kolaborasi ini diarahkan untuk membangun ekosistem agroforestri berbasis sukun yang terintegrasi dari aspek hulu hingga hilir, mulai dari budidaya, pengolahan, hingga pemasaran. “Seminar nasional sukun ini diharapkan menjadi solusi dalam pemulihan lingkungan serta pemanfaatan inovasi melalui produk akademik. Unpad berkomitmen menjadi pelopor riset dan pengembangan untuk mendukung ketahanan pangan nasional serta memberi dampak nyata bagi masyarakat,” ungkap Rektor Unpad dalam sambutannya.

Acara ini semakin bermakna dengan hadirnya para pembicara penting, antara lain Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati (Titiek) Soeharto, S.E., Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, S.H., M.H., Wakil Menteri Koperasi RI yang juga Ketua Umum IKA Unpad Dr. Ferry Joko Juliantono S.E. Ak., M.Si., Dirjen Pengelolaan Aliran Sungai dan rehabilitasi Hutan Kementerian Kehutanan Ir. Dyah Murtiningsih, M.Hum. Board of Advisor PRASASTI dan Dewan Pembina KAFP Burhanudin Abdullah, Kepala Perwakilan FAO untuk Indonesia dan Timor Leste, Rajendra Arhal, MSc., serta Anggota Komisi IV DPR RI yang juga mantan Bupati Kabupaten Bandung periode 2010-2021 Dr. Dadang M. Naser, S.H., S.I.P., M.I.Pol. Para narasumber secara bergantian menguraikan strategi dan peran masing-masing dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi melalui pengembangan agroforestri berbasis sukun. Seminar ini juga menghadirkan delapan topik utama yang komprehensif, mencakup teknologi pertanian modern (termasuk smart farming and big data), pertanian berkelanjutan, perubahan iklim dan ketahanan pangan, serta inovasi pengolahan pangan dan non-pangan berbasis sukun. Selain itu, dibahas pula isu hilirisasi dan komersialisasi, peran generasi muda dalam strategi bisnis, hingga keterkaitan dengan kebijakan global. Seminar ini tidak hanya berfokus pada diskusi di dalam ruangan, tetapi juga menghadirkan pameran inovasi penelitian yang digelar di selasar Bale Sawala Unpad Jatinangor. Para tamu undangan dan peserta berkesempatan melihat secara langsung berbagai hasil riset berbasis sukun, termasuk produk unggulan Faperta yang mendukung proses hulu untuk budidaya sukun seperti pupuk organik, pupuk anorganik maupun pembenah tanah, serta produk unggulan Faperta Unpad lainnya seperti Strawberry Ichigo, ubi jalar, hanjeli dan masih banyak lagi. Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan parallel session, di mana akademisi, peneliti, dan mahasiswa mempresentasikan penelitian mereka terkait peningkatan topik pangan sehat dan ketahanan pangan berkelanjutan, restorasi hutan dan mitigasi perubahan iklim, serta kekuatan ekonomi lokal, dan khususnya pengembangan sukun dalam berbagai aspek. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi sinergi akademisi dan praktisi dalam mewujudkan ketahanan pangan berkelanjutan, sekaligus mencerminkan implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) nomor 4, 15, dan 17, serta semakin menguatkan posisi Unpad sebagai institusi yang Unggul, Inklusif, dan Berdampak.

en_USEnglish