Tim kolaborasi mahasiswa Faperta dan FEB, dengan bimbingan dosen FTIP, sukses lolos sebagai salah satu dari dua tim yang akan mewakili Universitas Padjadjaran di ajang KMI Expo 2025 di Universitas Tidar, Magelang, pada 19–21 November.
Penulis : Arfa Elysia Ahsan
Semakin tingginya kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat mendorong munculnya berbagai inovasi produk pangan. Namun, di tengah banyaknya pilihan produk sehat, tak sedikit yang ternyata masih mengandung kadar gula tinggi. Fenomena inilah yang menjadi latar belakang lahirnya ide Tim NUFIT, yang menghadirkan solusi melalui produk minuman kefir serbuk rendah gula yang praktis, aman, dan tahan lama.
Produk kefir serbuk ini dirancang untuk menjawab tantangan distribusi dan daya tahan produk minuman fermentasi. Bentuk serbuk dipilih karena memiliki sejumlah keunggulan, seperti mengurangi biaya distribusi, memperpanjang masa simpan hingga 6 bulan–1 tahun, serta tidak memerlukan lemari pendingin. Dengan demikian, produk ini tetap terjaga kualitasnya dan mudah diakses oleh masyarakat luas.
Dalam proses pengembangannya, Tim NUFIT dibimbing oleh Pak Parlan, S.TP., M.TP., dosen dari Fakultas Teknologi Industri Pertanian (FTIP) Universitas Padjadjaran, yang berperan penting dalam memastikan aspek keamanan pangan serta pemenuhan standar komposisi gizi agar produk yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Ide produk ini pertama kali dicetuskan melalui program The Great Incubator (TGI), kemudian dilanjutkan ke program Unpadpreneur, dan berhasil memperoleh pendanaan dari Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW). Berkat konsistensi dan kerja keras, NUFIT akhirnya terpilih untuk melaju ke ajang KMI Expo 2025 yang diselenggarakan pada 19–21 November 2025 di Universitas Tidar, Magelang.
Dari 743 tim se-Indonesia dan 254 perguruan tinggi, hanya dua tim dari Universitas Padjadjaran yang berhasil lolos ke tingkat nasional, yakni Tim NUFIT dan Tim Ourfit dari Fakultas Ilmu Budaya (FIB).
Tim NUFIT sendiri beranggotakan lima mahasiswa lintas program studi, dengan Dede Nurhidayah (Agribisnis 2022) sebagai CEO. Posisi Chief Product Officer (CPO) dipegang oleh Syifa Djuita (Agroteknologi 2022), sedangkan Nastity Ayuningtyas (Agroteknologi 2022) bertugas sebagai Chief Operating Officer (COO). Untuk bidang pemasaran dan keuangan, masing-masing diisi oleh Muhammad Andhika (Agroteknologi 2022) sebagai Chief Marketing Officer (CMO) dan Eva Trisnawati (Akuntansi 2022) sebagai Chief Financial Officer (CFO).
“Semoga produk yang kami kembangkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas, dan menjadi langkah awal menuju gaya hidup sehat yang lebih baik. Kami juga berharap teman-teman mahasiswa dapat terus mengembangkan potensi kewirausahaannya melalui program P2MW di tahun-tahun mendatang,” ungkap tim NUFIT.

