Jatinangor, [30 Juni 2026] — Di tengah banyaknya mahasiswa yang memilih untuk berfokus pada akademik atau nonakademik, Fikri Daenuri justru memilih menjalani keduanya. Mahasiswa Program Studi Agroteknologi angkatan 2025 Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran (Faperta Unpad) ini tetap menjalankan tanggung jawabnya sebagai mahasiswa, sekaligus mengukir prestasi sebagai atlet hoki yang mewakili Indonesia pada ajang AHF Junior U20.
Ketertarikan Fikri terhadap olahraga hoki berawal sejak duduk di bangku SMP. Awalnya, ia hanya mencoba mengikuti kegiatan ekstrakurikuler hoki di sekolah. Namun, pengalaman tersebut justru membuatnya menemukan minat yang terus ia tekuni hingga sekarang.
“Awalnya saya hanya coba-coba ikut ekskul hoki waktu SMP, tetapi ternyata saya merasa nyaman dan tertarik dengan olahraga ini,” ujarnya.
Ketertarikannya pada hoki menjadi salah satu alasan Fikri memilih melanjutkan pendidikan di Universitas Padjadjaran. Selain telah menjadi kampus impiannya sejak SMP, Unpad juga memiliki Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Hoki yang dapat menjadi wadah untuk terus mengembangkan kemampuannya. Menurut Fikri, pilihannya terhadap Program Studi Agroteknologi di Fakultas Pertanian Unpad tidak hanya didasari oleh minat akademiknya, tetapi juga keinginannya untuk tetap memiliki ruang mengembangkan hobi dan passion di bidang hoki.
“Unpad memang sudah menjadi keinginan saya sejak SMP. Saya juga ingin tetap melanjutkan hobi dan passion saya di hoki melalui UKM Hoki Unpad,” ungkapnya.

Memasuki dunia perkuliahan, Fikri mulai dihadapkan pada tantangan yang lebih besar. Selain harus mengikuti latihan rutin dan menjaga performa sebagai atlet, ia juga memiliki tanggung jawab akademik seperti praktikum, tugas, dan berbagai kegiatan perkuliahan. Kondisi tersebut menuntutnya untuk mampu mengatur fokus dan menentukan prioritas.
“Kadang saya harus mengatur ulang prioritas agar semuanya tetap bisa berjalan,” katanya.
Menurut Fikri, menjalani dua peran sekaligus membutuhkan komitmen yang kuat serta kemampuan mengelola waktu dengan baik. Ia menyadari bahwa sebagai atlet terdapat tuntutan untuk terus menjaga performa, sementara sebagai mahasiswa ia juga memiliki tanggung jawab akademik yang tidak boleh diabaikan.
“Tantangannya cukup besar dari sisi hoki, ada tuntutan untuk tetap menjaga performa dan memberikan yang terbaik untuk tim. Sementara dari akademik juga ada tanggung jawab yang harus saya selesaikan sebagai mahasiswa,” ungkapnya.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, Fikri selalu menempatkan akademik sebagai prioritas utama, namun tetap mempertimbangkan tingkat urgensi setiap kegiatan agar keduanya dapat berjalan beriringan.
Ketika jadwal pertandingan berbenturan dengan kegiatan akademik, Fikri memilih untuk membangun komunikasi dengan dosen maupun pihak fakultas. Baginya, koordinasi yang baik menjadi kunci agar ia tetap dapat menjalankan kedua tanggung jawab tersebut tanpa mengabaikan salah satunya.
“Saya percaya dengan komunikasi yang baik, kita bisa mencari solusi bersama,” tuturnya.
Saat ini, prinsip tersebut juga ia terapkan ketika mengikuti ajang AHF Junior U20. Di tengah persiapan dan pertandingan bersama Tim Nasional Indonesia, Fikri tetap berupaya memenuhi kewajibannya sebagai mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran.
Di akhir wawancara, Fikri membagikan pesan kepada mahasiswa lain agar tidak ragu mengembangkan potensi dan meraih prestasi di luar bidang akademik.
“Jangan pernah takut untuk mencoba sesuatu yang baru atau mengejar prestasi yang ingin kita capai. Mungkin dalam prosesnya akan terasa sulit dan banyak tantangan, tapi selama kita mau berusaha, bisa mengatur waktu, dan punya tujuan yang baik, pasti akan ada jalan untuk mencapai apa yang kita inginkan,” pungkasnya.
*Keterangan:
Sumber berita wawancara sebagai tugas Mata Kuliah Penulisan Humas, Program Studi Hubungan Masyarakat, Fakultas Ilmu Komunikasi
Penulis : Najla Kamalia Alifi Putri (NPM : 210310250094)