
Sebagai bentuk upaya untuk mengatasi penyusutan lahan produktif akibat industrialisasi, Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran melakukan kolaborasi dengan Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi dengan menyelesaikan Survei Investigasi Desain (SID) Optimasi Lahan Non Rawa. Kajian komprehensif ini menjadi pondasi ilmiah untuk program peningkatan produksi padi di atas lahan seluas ±690 hektar yang tersebar di 10 kecamatan strategis.
Kemitraan ini merupakan wujud nyata dari pilar Tri Dharma Perguruan Tinggi di mana keahlian akademisi dan tenaga ahli dari Fakultas Pertanian diterapkan secara langsung untuk memecahkan masalah krusial di masyarakat, khususnya dalam menjaga ketahanan pangan di tingkat regional. Tim ahli dari Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran bersama Dinas Pertanian pun telah melakukan analisis mendalam terhadap kondisi biofisik dan sosial di 28 kelompok tani. Hasilnya mengonfirmasi bahwa ketersediaan air yang tidak merata menjadi kendala utama bagi petani, yang mayoritas mengandalkan sawah tadah hujan sebagai bentuk sinergitas akademisi dan pemerintah untuk menjawab tantangan ketersediaan air.
“Kolaborasi ini adalah model nyata bagaimana seharusnya perguruan tinggi hadir di tengah masyarakat. Kami tidak hanya melakukan riset, tetapi merumuskan solusi teknis yang aplikatif dan terukur,” ujar Rija Sudirja selaku perwakilan dari pihak Fakultas Pertanian dan sebagai Wakil Dekan II.
Berdasarkan hasil SID (Survei Investigasi Desain), kolaborasi ini merekomendasikan tiga intervensi utama yang presisi dan sesuai kebutuhan lokal, antara lain berupa Pompa Irigasi (IRPOM) yang merupakan solusi efektif (pada wilayah, Cikarang Pusat, Setu, Serangbaru, Sukatani, Tambelang, Pebayuran, Bojongmangu, Cabangbungin, dan Muaragembong), di mana sumber air perlu diangkat ke lahan pertanian. Jaringan Pipa (Pipanisasi) yang sudah diaplikasikan di Cikarang Pusat dan Pebayuran untuk meningkatkan efisiensi distribusi air dan meminimalkan kehilangan pasokan dan Bendungan Kecil (Dam Parit) sebagai bentuk Inovasi untuk wilayah Sukatani guna menampung dan memanfaatkan air dari sumber alternatif sebagai cadangan strategis.
Implementasi dari hasil SID ini diproyeksikan akan melipatgandakan hasil berupa Peningkatan Indeks Pertanaman, Lonjakan Produktivitas, dan Kesejahteraan Petani dan peningkatan produksi akan berdampak langsung pada pendapatan dan kesejahteraan petani lokal.
Seluruh lokasi yang direkomendasikan telah diverifikasi berstatus jelas dan dapat dipastikan siap dilakukan. Kolaborasi strategis antara Fakultas Pertanian Unpad dan Pemkab Bekasi ini menjadi bentuk penerapan poin sdgs nomor 15, yaitu Menjaga Ekosistem Lahan dengan Pondasi Ilmiah untuk Program Peningkatan: Survei Investigasi Desain (SID) Optimasi Lahan Non Rawa menjadi pondasi ilmiah dan infrastruktur data yang kuat untuk merumuskan solusi.


