Laboratorium Hortikultura, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran, Jatinangor

Penulis: Arfa Elysia Ahsan

Jatinangor – Laboratorium Hortikultura Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran kembali menunjukkan perkembangan signifikan setelah dilakukan revitalisasi dalam beberapa tahun terakhir. Laboratorium yang telah ada sejak awal berdirinya fakultas ini sebelumnya mengalami masa pasif akibat sebagian besar kegiatan praktikum dilakukan di lahan lapangan. Namun, kebutuhan akademik yang meningkat serta dorongan pimpinan fakultas menjadikan laboratorium ini kembali aktif dan terkelola secara lebih modern.

Dibawah koordinasi Prof. Kusumiyati,SP, MAgr.Sc., Ph.D.  yang memiliki pengalaman studi di Jepang, Laboratorium Hortikultura didesain ulang agar lebih fungsional dan mendukung kegiatan akademik. Penataan ruang kerja, penyediaan peralatan yang mudah diakses, hingga fasilitas pendukung seperti ruang belajar dan titik komputer, menciptakan lingkungan laboratorium yang lebih kondusif bagi mahasiswa dan dosen. Keterbukaan akses bagi sivitas akademika juga menjadi prinsip pengelolaan baru, sehingga laboratorium dapat dimanfaatkan secara optimal untuk praktikum, penelitian, maupun pengembangan keilmuan.

Struktur organisasi laboratorium kini mengikuti standar akreditasi internasional yang berlaku di fakultas. Laboratorium Hortikultura berada di bawah koordinasi Laboratorium Teknologi Produksi Tanaman yang dikepalai oleh Dr. Agr. Mochamad Arief Soleh, S.P., M.Agr.Sc.. Secara fisik, laboratorium ini membawahi beberapa ruang laboratorium terkait, termasuk kultur jaringan, dengan koordinator lab yang bertanggung jawab memastikan keberlangsungan aktivitas, perawatan alat, serta kolaborasi riset antardosen. Dukungan teknis juga diperkuat melalui kerja sama dengan laboratorium kimia FMIPA dalam hal penggunaan instrumen analitik yang membutuhkan keahlian khusus.

Penelitian Terbaru Lab Hortikultura

Kegiatan penelitian di laboratorium semakin berkembang, salah satunya melalui riset komoditas mangga yang kini menjadi fokus utama. Enam mahasiswa terlibat dalam penelitian terkait tingkat kematangan mangga untuk kebutuhan ekspor, khususnya ke Jepang. Melalui kajian kematangan dan karakter fisiologis buah, tim laboratorium memberikan rekomendasi optimal bagi petani mengenai standar panen yang sesuai kebutuhan pasar ekspor. Penelitian ini tidak hanya bersifat akademik, tetapi juga memberikan solusi langsung terhadap kendala petani, terutama terkait proses sortir, standar kualitas, dan ketahanan buah selama distribusi.

Selain penelitian mangga, laboratorium juga mengembangkan kajian terkait sistem budidaya tanaman hortikultura, baik di lapangan terbuka, screen house, maupun rain shelter. Riset ini menghasilkan rekomendasi teknis bagi petani di wilayah Jatinangor dan sekitarnya mengenai teknologi budidaya yang paling efisien secara biaya namun tetap mampu mengatasi tantangan lingkungan seperti curah hujan dan serangan hama. Pendekatan riset yang langsung bersumber dari problem nyata di lapangan menjadi ciri khas kegiatan akademik di laboratorium ini.

Laboratorium Hortikultura turut menjalankan pengabdian kepada masyarakat melalui pendampingan petani hortikultura, terutama petani yang berorientasi ekspor. Tim laboratorium secara rutin berdiskusi dengan petani untuk menggali permasalahan aktual dan merumuskan model solusi berbasis data penelitian. Pendekatan ini dinilai lebih efektif karena permasalahan petani sering kali tidak tersampaikan secara eksplisit, sehingga diperlukan komunikasi langsung untuk memastikan kebutuhan nyata di lapangan dapat terjawab melalui riset kampus.

Ke depannya, Laboratorium Hortikultura diharapkan menjadi pusat kegiatan akademik yang aktif, inklusif, dan bermanfaat bagi sivitas akademika serta masyarakat luas. Konsistensi riset, kolaborasi antardosen, serta relevansi penelitian terhadap kebutuhan petani diharapkan menjadikan laboratorium ini sebagai laboratorium percontohan yang mampu menghasilkan inovasi nyata dalam pengembangan hortikultura nasional.

en_USEnglish