Widya Hanindita, Mahasiswi Agroteknologi Unpad Team Leader of Talent Catalyst and Internal Communication Management AIESEC.

Banyak orang mengira posisi Human Resources Department (HRD) hanya untuk mahasiswa Psikologi. Namun, Widya Hanindita mematahkan anggapan tersebut. Mahasiswa Agroteknologi Fakultas Pertanian Unpad angkatan 2024 ini sukses membuktikan eksistensinya. Widya berhasil membangun karir HRD di AIESEC Unpad melalui dedikasi yang tinggi.

Perjalanan hebat ini dimulai sejak dia menjadi mahasiswa baru pada tahun 2024. Awalnya, Widya bergabung sebagai Intern Membership Experience. Langkah awal yang kecil ini ternyata membuka peluang kepemimpinan yang jauh lebih besar.

Meniti Tangga Kepemimpinan di AIESEC in Unpad

Memasuki bulan Februari 2025, Widya mendapat amanah sebagai Staff of Talent Learning and Development. Tugas utamanya adalah mengelola Learning Education Cycle untuk seluruh anggota. Widya tidak bekerja sendiri dalam menjalankan program edukasi internal ini. Dia berkolaborasi aktif bersama Mira dari Psikologi dan Hema dari FISIP.

Kini, Widya memegang tanggung jawab yang jauh lebih besar lagi. Dia menjabat sebagai Team Leader of Talent Catalyst and Internal Communication Management. Dalam posisi ini, dia mengontrol penuh Local Education Cycle and engagement member. Widya juga memimpin tiga staf hebat, yaitu Gina, Ririn, dan Joy.

Tidak hanya itu, Widya memegang posisi krusial lain di organisasi. Dia dipercaya menjadi Conference Committee President untuk acara Local Conference bersama 16 member demi menyukseskan Local Conference AIESEC in Unpad pada awal Juni. Pengalaman multi-peran ini semakin mematangkan karir HRD di AIESEC yang dia tekuni.

Mengubah Hambatan Menjadi Peluang Bertumbuh

Widya sebenarnya memiliki impian awal untuk kuliah di Fakultas Psikologi. Takdir kemudian membawanya masuk ke jurusan Agroteknologi. Meskipun begitu, kondisi ini tidak menghentikan mimpinya di bidang Human Resources. Widya justru melihat AIESEC sebagai wadah alternatif untuk mengasah potensi dirinya.

“Aku sangat senang menganalisis karakteristik manusia dan membantu kebutuhan edukasi mereka,” ujar Widya hangat.

Pada awal menjabat, rasa takut sempat muncul dalam diri Widya. Hal ini karena mayoritas rekan kerjanya berasal dari Fakultas Psikologi. Namun, Widya memilih untuk terus berjuang dan percaya pada kemampuan diri. Dia yakin bahwa hard skill korporat bisa diasah melalui pengalaman langsung. Terbukti, dia sukses mendapat kepercayaan memegang posisi HRD sebanyak tiga kali berturut-turut.

Seni Mengelola Manusia dan Menghadapi Tantangan

Menjadi pengurus HRD tentu memiliki tantangan yang sangat berat. Salah satunya adalah menghadapi anggota yang tiba-tiba menghilang atau ghosting. Widya selalu memilih menggunakan pendekatan personal untuk menyelesaikan masalah ini. Dia menanyakan kendala anggota dengan empati tanpa langsung menghakimi.

Namun, Widya tetap tegas mengingatkan kembali mengenai komitmen awal. Jika anggota tetap tidak bisa dihubungi, HRD akan mengambil tindakan administratif. Widya juga memiliki strategi jitu untuk menjaga motivasi internal organisasi. Dia rutin mengadakan Welcoming Party and Local Conference selama 3 hari 2 malam.

Manajemen Waktu dan Refleksi Diri

Bagaimana cara Widya membagi waktu antara kuliah dan organisasi yang padat? Widya selalu memprioritaskan kuliah dengan hadir di kelas dan mengerjakan tugas. Dia kemudian memanfaatkan waktu luang dan akhir pekan untuk mengurus AIESEC. Google Calendar menjadi senjata andalan Widya untuk melacak jadwal harian.

Selama hampir tiga tahun, karir HRD di AIESEC mengubah kepribadian Widya. Kemampuan public speaking dan pengendalian emosinya berkembang sangat pesat. Dia kini tumbuh menjadi pribadi yang lebih sabar dan solution-oriented.

Sebagai penutup, Widya membagikan sebuah kalimat refleksi

“Di AIESEC aku belajar bahwa bertumbuh berarti berani melampaui rasa takut dan ragu dalam diri sendiri. Tidak apa-apa belum tahu semuanya, tidak apa-apa merasa takut  yang penting tetap melangkah, tetap belajar, dan tetap berani mencoba. Because there’s no stupid questions and no such thing as too late to decide for yourself to grow and soar your dream higher.”

*Keterangan:

Sumber berita wawancara sebagai tugas Mata Kuliah Penulisan Humas, Program Studi Hubungan Masyarakat, Fakultas Ilmu Komunikasi

Penulis : Rudang Juliana Divia Purba (NPM: 210310250045)

en_USEnglish