Unit Usaha Akademik Bale Tatanen Jatinangor, Fakultas Pertanian Unpad
Penulis: Arfa Elysia Ahsan
Universitas Padjadjaran terus berkomitmen mengembangkan potensi akademik sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi melalui pembentukan unit usaha akademik di berbagai fakultas. Salah satu langkah nyata dari inisiatif tersebut adalah berdirinya Bale Tatanen, unit usaha akademik di bawah naungan Fakultas Pertanian (Faperta) Unpad yang diresmikan melalui Surat Keputusan Rektor Nomor 801 Tahun 2024. Terletak di kawasan Kampus Jatinangor, Bale Tatanen hadir sebagai ruang sinergi antara ilmu pengetahuan, kewirausahaan, dan inovasi pertanian berkelanjutan.
Didirikan sejak tahun 2021, Bale Tatanen memiliki misi utama untuk mengoptimalkan potensi pertanian di lingkungan kampus serta mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi—pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Unit ini tidak hanya berperan sebagai pusat kegiatan akademik, tetapi juga sebagai wadah pengembangan usaha yang memberikan manfaat langsung bagi sivitas akademika dan masyarakat sekitar. Ke depan, Bale Tatanen diharapkan menjadi salah satu sumber revenue generating unit yang berkontribusi pada kemandirian ekonomi fakultas dan universitas.
Secara resmi, Bale Tatanen dikelola oleh Dr. Ade Ismail, S.P., M.P., berdasarkan SK Rektor, dengan dukungan tim pelaksana yaitu Ranu Manggala, S.P., Atep Suhendri, dan Desi Fitriyani, S.P. Dalam tahap pengembangannya, struktur pengelolaan akan diperkuat dengan manajer pemasaran, tim agribisnis, serta mitra eksternal. Salah satu mitra yang telah bekerjasama adalah PT Subur Indo Amerta (SIA), perusahaan yang dimiliki oleh alumni Faperta Unpad, Suryadi, S.P. dan Ahmad Sofwan, S.P. Saat ini, Bale Tatanen masih fokus pada penguatan internal, sebelum memperluas kolaborasi lintas fakultas dan industri.
Pilar Kegiatan dan Arah Strategis Bale Tatanen
Bale Tatanen dikembangkan dengan lima pilar utama kegiatan, yaitu Melon dan Anggur Padjadjaran, Café Baltan Food & Drink, Rumah Benih dan Bibit, Agro-Eco Edu Wisata, serta Agriculture Learning and Training Center. Kelima pilar tersebut menjadi fondasi bagi pengembangan usaha akademik yang berkelanjutan dan berbasis inovasi pertanian. Melalui konsep ini, Bale Tatanen diharapkan mampu menghubungkan dunia akademik dengan kebutuhan industri dan masyarakat secara langsung.
Selain menjadi pusat inovasi dan riset produk pertanian, Bale Tatanen juga berperan sebagai ruang pembelajaran kewirausahaan bagi mahasiswa dan sivitas akademika. Kegiatan ini memberikan pengalaman praktis dalam mengelola usaha pertanian modern, mulai dari produksi hingga pemasaran. Dalam waktu dekat, akan diselenggarakan Grand Opening Café Baltan Food & Drink sebagai langkah awal memperkenalkan aktivitas usaha akademik ini kepada masyarakat luas sekaligus memperkuat citra kewirausahaan kampus.
Menurut Dr. Ade Ismail, Bale Tatanen diharapkan menjadi pusat pembelajaran dan kolaborasi pertanian yang dapat menjangkau berbagai kalangan usia dan profesi, serta menjadi sarana pengabdian masyarakat di wilayah Jawa Barat bagian timur. “Kami ingin Bale Tatanen menjadi ruang kolaborasi yang luas bagi mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, organisasi kemahasiswaan, dan alumni. Mari kita ciptakan lingkungan yang produktif, berprofit, dan berdampak bagi masyarakat. Yuk, kolaborasi!” ujarnya penuh semangat.
Dengan semangat kolaboratif dan visi kewirausahaan akademik berkelanjutan, Bale Tatanen hadir bukan sekadar sebagai unit usaha, tetapi juga sebagai ekosistem pembelajaran dan inovasi pertanian di lingkungan kampus. Melalui sinergi antara akademisi, mahasiswa, dan mitra eksternal, Bale Tatanen diharapkan menjadi model pengembangan pertanian terpadu yang berorientasi pada keberlanjutan, kemandirian ekonomi, serta kontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa.

