Jatinangor – Menjadi Ketua BEM KMFP Unpad bukanlah perjalanan yang ditempuh dalam waktu singkat. Di balik amanah tersebut terdapat proses panjang yang dibangun melalui berbagai pengalaman organisasi sejak masa sekolah. Bagi Fathan Zaky, jabatan sebagai Ketua BEM KMFP Unpad merupakan hasil dari proses belajar, bertumbuh, dan berkontribusi yang telah dimulai sejak SMA.

Perjalanan kepemimpinannya dimulai ketika Fathan dipercaya sebagai Wakil Ketua OSIS. Pengalaman tersebut menjadi titik awal baginya untuk memahami bagaimana memimpin sebuah organisasi, bekerja sama dalam tim, serta menjembatani kebutuhan dan aspirasi para siswa.

Semangat berorganisasi yang dimilikinya terus berkembang hingga Fathan dipercaya menjadi Ketua Forum OSIS Kota Bandung. Peran tersebut memberinya kesempatan untuk berkolaborasi dengan berbagai sekolah, memperluas jaringan, sekaligus mengasah kemampuan komunikasi dan kepemimpinan dalam lingkup yang lebih besar.

Pengalaman-pengalaman tersebut menjadi bekal penting yang membentuk karakter kepemimpinannya sebelum memasuki dunia perkuliahan.

Memasuki Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, Fathan tetap aktif mengambil peran dalam organisasi kemahasiswaan. Pada tahun 2024, ia dipercaya sebagai Kepala Departemen Sosial Lingkungan BEM KMFP Unpad. Setelah itu, ia kembali mengemban tanggung jawab sebagai Kepala Departemen Lingkungan Hidup BEM Kema Unpad. Berbagai amanah tersebut memperkaya pengalamannya dalam mengelola program kerja, membangun koordinasi lintas pihak, hingga memahami secara langsung berbagai persoalan yang dihadapi mahasiswa. Seluruh proses itulah yang akhirnya mengantarkannya untuk mengemban amanah sebagai Ketua BEM KMFP Unpad.

Motivasi Menjadi Ketua BEM KMFP Unpad

Keputusan Fathan Zaky untuk mencalonkan diri sebagai Ketua BEM KMFP Unpad tidak lahir semata karena keinginan memegang jabatan, melainkan berasal dari keresahan yang ia rasakan selama aktif berorganisasi. Menurutnya, masih terdapat berbagai kebutuhan mahasiswa yang belum terwadahi secara optimal, khususnya dalam aspek advokasi, penyampaian aspirasi, dan ruang dialog antara mahasiswa dengan organisasi kemahasiswaan.

Keresahan tersebut semakin kuat setelah Fathan mendengarkan secara langsung berbagai masukan dari mahasiswa maupun elemen lain di lingkungan Fakultas Pertanian. Dari berbagai percakapan tersebut, ia menyadari bahwa mahasiswa membutuhkan organisasi yang tidak hanya mampu menjalankan program kerja, tetapi juga benar-benar hadir sebagai wadah untuk mendengar, memahami, dan memperjuangkan kebutuhan mereka. Hal inilah yang kemudian menjadi dorongan terbesarnya untuk maju sebagai Ketua BEM KMFP Unpad.

Proses Terpilih sebagai Ketua BEM KMFP Unpad

Dalam proses pemilihan, Fathan maju bersama Irsal Tauhid sebagai pasangan Ketua dan Wakil Ketua BEM KMFP Unpad. Keduanya memiliki latar belakang pengalaman organisasi yang berbeda, namun justru saling melengkapi. Pengalaman di organisasi tingkat universitas dipadukan dengan pengalaman di bidang ekonomi kreatif serta organisasi tingkat fakultas menjadi kombinasi yang memperkaya sudut pandang dalam menyusun visi, program, dan strategi kepemimpinan.

Perbedaan tersebut tidak dipandang sebagai hambatan, melainkan sebagai kekuatan yang memungkinkan mereka melihat berbagai persoalan dari perspektif yang lebih luas. Dengan saling melengkapi kelebihan masing-masing, Fathan dan Irsal berupaya membangun kepengurusan yang mampu bekerja secara kolaboratif demi menghadirkan manfaat nyata bagi mahasiswa Fakultas Pertanian.

Tantangan Terbesar Selama Menjabat

Bagi Fathan, tantangan terbesar dalam memimpin sebuah organisasi bukanlah menghasilkan ide-ide baru, melainkan memastikan bahwa setiap ide tersebut benar-benar dapat diwujudkan. Sebuah gagasan hanya akan memiliki dampak apabila mampu diterjemahkan menjadi program yang terlaksana dengan baik dan memberikan manfaat bagi mahasiswa.

Oleh karena itu, ia menilai koordinasi, komunikasi, serta kerja sama antaranggota kabinet menjadi faktor yang sangat penting. Sebagai seorang pemimpin, Fathan berusaha memastikan seluruh pengurus memiliki pemahaman dan tujuan yang sama sehingga setiap program kerja dapat berjalan sesuai rencana. Ia percaya bahwa keberhasilan organisasi tidak ditentukan oleh satu orang, melainkan oleh kemampuan seluruh tim untuk bergerak bersama.

Momen Paling Berkesan

Di tengah berbagai agenda organisasi, momen yang paling membekas bagi Fathan justru bukan berasal dari pelaksanaan program kerja besar, melainkan dari percakapan sederhana bersama mahasiswa Fakultas Pertanian. Melalui diskusi-diskusi tersebut, ia memperoleh banyak perspektif baru mengenai kebutuhan, harapan, hingga berbagai tantangan yang dirasakan mahasiswa dalam kehidupan perkuliahan.

Interaksi secara langsung membuatnya semakin memahami bahwa setiap aspirasi memiliki nilai yang penting. Bagi Fathan, mendengarkan mahasiswa merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses memimpin. Dari sanalah ia dapat melihat persoalan dari sudut pandang yang lebih nyata dan menjadikannya sebagai bahan evaluasi untuk menghadirkan organisasi yang lebih responsif.

Visi untuk Mahasiswa Faperta

Sebagai Ketua BEM KMFP Unpad, Fathan membawa visi menjadikan BEM sebagai kompas, pembersama langkah, sekaligus penggerak transformasi bagi mahasiswa Fakultas Pertanian. Menurutnya, organisasi kemahasiswaan tidak cukup hanya menjalankan agenda rutin, tetapi juga harus mampu menjadi ruang yang relevan dengan kebutuhan mahasiswa dan memberikan dampak nyata bagi lingkungan fakultas.

Melalui visi tersebut, Fathan berharap BEM KMFP Unpad dapat menjadi organisasi yang adaptif, terbuka terhadap berbagai masukan, serta mampu membangun kolaborasi dengan seluruh elemen di Fakultas Pertanian. Dengan demikian, BEM tidak hanya hadir sebagai pelaksana program kerja, tetapi juga sebagai representasi mahasiswa dalam menciptakan perubahan yang positif.

Pesan untuk Calon Pemimpin Kampus

Di akhir wawancara, Fathan menyampaikan pesan bagi mahasiswa yang ingin mulai berkontribusi di lingkungan kampus. Menurutnya, seseorang tidak perlu menunggu memiliki jabatan tinggi untuk dapat memberikan dampak. Kontribusi dapat dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten dan penuh tanggung jawab.

Ia juga menekankan bahwa kepemimpinan bukan sekadar tentang posisi, melainkan tentang kemauan untuk mendengar, belajar, dan bekerja bersama orang lain. Dengan semangat tersebut, Fathan berharap semakin banyak mahasiswa yang berani mengambil peran dan menjadi bagian dari perubahan positif bagi Fakultas Pertanian maupun Universitas Padjadjaran.

*Keterangan:

Sumber berita wawancara sebagai tugas Mata Kuliah Penulisan Humas, Program Studi Hubungan Masyarakat, Fakultas Ilmu Komunikasi

Penulis : Althaf Alif Muhammad (NPM : 210310250052)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

en_USEnglish