
Menjadi Pusat Pendidikan dan Pengetahuan Inklusif Berkelanjutan yang Berkelas Dunia

Proses pembelajaran berbasis SCL menitik beratkan kegiatan pembelajaran pada aktivitas yang langsung melibatkan mahasiswa. Proses pembelajaran dalam bentuk praktikum diarahkan agar mahasiswa memiliki kemampuan hard-skill dari materi yang diberikan.
Dalam praktikum, mahasiswa mendapat kesempatan untuk mempraktekkan secara langsung pengetahuan yang diperolehnya dari perkuliahan. Teori yang diberikan diterapkan pada situasi-situasi praktis, atau sebaliknya situasi praktis diperkuat dengan landasan teori yang berkaitan. Beragam metode yang sudah dijabarkan sebelumnya dapat dikombinasikan sesuai dengan metode praktikum yang digunakan dalam mata kuliah tertentu.
Seluruh pembelajaran harus mampu menumbuh-kembangkan rasa cinta pada objek pertanian. Tumbuhnya rasa cinta di bidangnya akan menjadikan lulusan memiliki kepedulian yang tinggi. Oleh karena itu, proses pembelajaran berorientasi lapangan harus mendapat perhatian penuh dan dilakukan secara sungguh-sungguh, terbimbing dan terjadwal dengan baik serta memperhatikan beban sks yang memadai. Proses perkuliahan dilaksanakan dengan mengacu pada pedoman berikut ini:
Satu satuan kredit semester (1 SKS) kegiatan praktikum di laboratorium dan sejenisnya ditetapkan setara dengan beban studi sekitar 2 jam kerja laboratorium terjadwal, disertai oleh :
Sesuai dengan metoda pembelajaran student center learning praktikum yang dilakukan di Fakultas Pertanian mengandung ciri-ciri sebagai berikut :
Manfaat Praktikum tersebut adalah :
a. Melatih keterampilan
b. Mengintegrasikan pengetahuan dan keterampilan
c. Pembuktian ilmiah
d. Menghargai ilmu dan pengetahuan yang dimiliki
e. Pengalaman bekerjasama.
Praktikum yang terkait dengan keterampilan Kognitif :
Praktikum yang terkait dengan keterampilan Afektif:
Praktikum yang terkait dengan keterampilan Psikomotorik :
Memilih, Mempersiapkan, Menggunakan seperangkat alat atau instrumen secara tepat dan benar.
Penilaian hasil praktikum dilakukan berdasarkan gabungan dari:
I. Penampilan Kerja
II. Hasil akhir
I. Penampilan Kerja
Instrumen: Rating Scale
Skor penilaian :
Nilai 1 = Kurang sekali
Nilai 2 = Kurang
Nilai 3 = Baik
Nilai 4 = Baik sekali
| No. | Kemampuan/keterampilan yang dinilai | S | K | O | R |
| 1. | Pemahaman dasar teori | 1 | 2 | 4 | 5 |
| 2. | Keterampilan melakukan penimbangan | 2 | 4 | 8 | 10 |
| 3. | Keterampilan melakukan titrasi | 2 | 4 | 8 | 10 |
| 4. | Kerapihan dan kecermatan bekerja | 2 | 4 | 8 | 10 |
| 5. | Kerjasama dengan praktikan lain | 1 | 2 | 4 | 5 |
Nilai I = Jumlah skor X 100
40
II. Hasil Akhir
(Menggunakan ranking persentase)
Kesalahan 0 – < 2%…….. = nilai 100
Kesalahan 2 – < 5%…….. = nilai 80
Kesalahan 5 – <10%……. = nilai 60
Kesalahan >10%……. = nilai 40
Nilai Akhir Praktikum
Rumus Nilai Akhir Praktikum = (Nilai I + (2 x Nilai II)) : 3