Penulis: Nuraini Fitri Aribah
Jatinangor, 14 April 2026 — Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran bekerja sama dengan PT Advansia Indotani, mengadakan kegiatan “ADVANSIA x UNPAD: From Campus To Career” pada Selasa, 14 April 2026 yang bertempat di Bale Sawala, Gedung Rektorat Universitas Padjadjaran. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai forum pertemuan terkait penandatanganan kerja sama program internship serta sharing session dalam bentuk seminar ilmiah bertajuk Mempersiapkan Talenta Muda menuju Dunia Profesional, melalui kolaborasi antara Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran dengan PT Advansia Indotani yang menjadi salah satu bentuk sinergi strategis antara dunia akademik dan industri agribisnis. Kolaborasi ini dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, Dr. Achmad Choibar Tridakusumah, S.P., M.P., serta turut melibatkan jajaran petinggi PT Advansia Indotani, yaitu Mr. Lam Chin Hee selaku President Director, Eldy Sofyan selaku Head of Human Resources & General Affair, dan Suhendi selaku National Sales Manager. Acara ini membahas secara komprehensif peluang karier, kompetensi lulusan, serta implementasi program pemagangan sebagai jembatan menuju dunia kerja. Seminar ilmiah tersebut diikuti oleh Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, serta akademisi yang memiliki minat pada sektor pertanian modern dan pengembangan karier profesional.
Dalam pemaparannya, Suhendi menjelaskan bahwa aktivitas perusahaan tidak hanya berfokus pada distribusi produk, tetapi juga melibatkan interaksi intensif dengan petani melalui penyuluhan, diskusi lapangan, hingga kolaborasi dengan kios pertanian dan pemangku kepentingan lainnya. Ia menegaskan bahwa perusahaan turut mengintegrasikan pendekatan inovatif seperti kampanye digital, kemitraan dengan publik figur, hingga kegiatan pelatihan dan penguatan tim. Hal ini sejalan dengan peran perusahaan dalam menyediakan solusi pertanian terintegrasi guna meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan sektor pertanian. Suhendi juga menekankan pentingnya kolaborasi antara industri, lembaga pendidikan, dan pemerintah untuk memperkuat riset serta implementasi di lapangan.
Sementara itu, Eldy Sofyan menggarisbawahi bahwa lulusan sarjana dituntut tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga keseimbangan antara hard skill dan soft skill. Ia menyebutkan bahwa keterampilan teknis harus didukung oleh kemampuan intrapersonal dan interpersonal, serta sikap profesional seperti disiplin, tanggung jawab, etika kerja, dan kemampuan bekerja dalam tim. Dalam konteks dunia kerja yang dinamis, program pemagangan dinilai menjadi sarana strategis bagi mahasiswa untuk meningkatkan kompetensi, membangun kepercayaan diri, serta memperoleh pengalaman kerja yang relevan. Di sisi lain, program ini juga memberikan manfaat bagi perusahaan dalam memperoleh tenaga kerja terlatih serta bagi pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan menekan angka pengangguran.
Lebih lanjut, dalam sesi tanya jawab, narasumber menekankan pentingnya penyelesaian konflik secara profesional melalui jalur struktural, serta membuka peluang bagi mahasiswa untuk mencoba magang tanpa harus memiliki pengalaman sebelumnya. Secara perspektif mahasiswa, kegiatan ini memberikan nilai tambah yang signifikan dalam membangun kesiapan transisi dari lingkungan akademik menuju dunia kerja, khususnya dalam meningkatkan literasi profesional, kepercayaan diri, serta pemahaman terhadap dinamika industri secara aplikatif.
Secara konseptual, penyelenggaraan kegiatan ini juga memiliki keterkaitan erat dengan SDGs, terutama pada SDG 4 (Quality Education) yang menekankan peningkatan keterampilan relevan bagi dunia kerja, serta SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) yang mendorong terciptanya kesempatan kerja produktif dan berkelanjutan. Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen industri dalam mendorong kemajuan sektor pertanian melalui tagline “Advansia Maju–Petani Makmur,” dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan, seperti penggunaan pestisida yang bijak agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi manusia maupun lingkungan. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana diseminasi informasi, tetapi juga sebagai instrumen strategis dalam mencetak sumber daya manusia pertanian yang unggul, adaptif, dan berorientasi pada pembangunan berkelanjutan.





