Faperta Unpad kembali menyelenggarakan kegiatan akademik bertaraf internasional melalui kuliah tamu (guest lecture) yang mengangkat tema “Designing for Failure: How Multi-Agent Systems Enable Transport Resilience”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 5 Februari 2026, pukul 13.00–15.00 WIB, secara hybrid, bertempat di Gedung Dekanat Faperta Unpad, Lantai 1, Ruang SPD, serta melalui platform Zoom Meeting.
Kuliah tamu ini menghadirkan Dr. Dhanan Sarwo Utomo dari Heriot-Watt University, Edinburgh Campus, Inggris, sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, pembicara menjelaskan bahwa, “Pendekatan multi-agent systems menjadi kunci dalam menghadapi tantangan logistik modern. Dengan sistem ini, setiap komponen dalam rantai pasok bertindak sebagai agen cerdas yang saling berkoordinasi untuk meminimalkan risiko kegagalan, sebuah solusi yang sangat relevan bagi pengelolaan logistik yang kian kompleks saat ini,” ungkapnya.
Kegiatan ini diikuti secara luring oleh 38 peserta, yang terdiri atas 36 mahasiswa Program Sarjana Agribisnis dan 3 mahasiswa Program Magister Ekonomi Pertanian. Peserta yang hadir daring sebanyak 94 peserta, terdiri dari 80 mahasiswa Program Sarjana Agribisnis, 7 mahasiswa Program Magister Ekonomi Pertanian, dan 8 mahasiswa internasional dari The University of Queensland, The University of Tokyo, Griffith University, Monash University, dan The University of Western Australia. Selain itu, kuliah tamu ini turut dihadiri oleh representasi dosen Faperta, antara lain Prof. Dr. Tomy Perdana, S.P., M.M., Prof. Dr. Ir. Hj. Yosini Deliana, MS., Dr. Agriani Hermita Sadeli, dan Dr. Sulistyodewi Nur Wiyono, SP., MP serta dosen Agroteknoprenenur Sekolah Vokasi Unpad yaitu Dwi Novanda Sari, STP.,M.Sc. Kuliah tamu ini merupakan bagian dari pengayaan materi mata kuliah Manajemen Logistik dan Rekayasa Rantai Pasok Pertanian pada Program Studi Agribisnis, serta mata kuliah Manajemen Rantai Pasok dan Logistik Agribisnis, dan Rantai Pasok dan Logistik Pangan pada Program Studi Magister Ekonomi Pertanian, Faperta, Unpad.
Kegiatan perkuliahan ini merupakan bagian dari rangkaian program riset kompetitif Match Making Research Interest yang dilaksanakan melalui skema pendanaan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) atas nama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, serta dikelola dalam Program EQUITY. Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim peneliti yang terdiri atas Prof. Dr. Tomy Perdana, S.P., M.M., Dr. Agriani Hermita Sadeli, S.P., M.E., dan Dwi Novanda Sari, S.T.P., M.T. Judul dari riset kompetitif tersebut adalah “Play-to-Change: Gamifikasi Perilaku Konsumen Perkotaan Terhadap Konsumsi Pangan dan Timbulan Sampah Pangan Perkotaan Menuju Transisi Rantai Pasok Sirkular”.
Salah satu peneliti dalam tim mengungkapkan bahwa, “Program “Play-to-Change” berhasil mengubah data sederhana dari aktivitas gamifikasi konsumen menjadi panduan strategis yang sangat berharga bagi seluruh rantai pasok. Dengan memanfaatkan kecerdasan Multi-Agent Systems, pola konsumsi masyarakat yang tercatat dalam game/permainan yang diolah menjadi kemungkinan penyedia logistik dalam menyediakan rute pengiriman dan membantu petani menjadwalkan masa panen sesuai kebutuhan nyata pasar. Pada akhirnya, alur data yang cerdas ini menjadi kunci dalam mewujudkan rantai pasok sirkular yang lebih tangguh, di mana setiap pergerakan pangan menjadi lebih terukur, pemborosan dapat ditekan secara sistemik, dan ketahanan pangan nasional tetap terjaga meski di tengah ketidakpastian.” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa mendapatkan wawasan tambahan yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif, khususnya terkait pemanfaatan sistem cerdas dan pendekatan multi-agen dalam meningkatkan ketahanan sistem transportasi dan logistik. Selama sesi berlangsung, diskusi berjalan secara interaktif, dengan mahasiswa aktif mengajukan pertanyaan dan berdialog langsung dengan narasumber. Mahasiswa mengaku memperoleh insight baru mengenai bagaimana multi-agent systems dapat digunakan untuk mendukung transport resilience, serta memperluas cara berpikir sistemik di luar materi perkuliahan konvensional.
Melalui kegiatan ini, Faperta Unpad menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pembelajaran yang adaptif, kontekstual, dan berorientasi global, guna membekali mahasiswa dengan kompetensi yang relevan terhadap tantangan logistik, dan rantai pasok di masa depan. Melalui penyelenggaraan kuliah tamu internasional ini, Faperta Unpad secara nyata berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Kegiatan ini mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dengan menyajikan materi mutakhir dan akses pembelajaran lintas negara, serta SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pengenalan teknologi sistem multi-agen untuk ketahanan transportasi. Selain itu, keterkaitannya dengan riset rantai pasok sirkular dan pengurangan sampah pangan sejalan dengan SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), sementara kolaborasi antar-universitas global ini memperkuat SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) dalam membangun ekosistem inovasi yang berkelanjutan.





