Penulis : Huios Imanuel

Jatinangor – Dalam menghadapi tantangan besar di bidang perlindungan tanaman, inovasi menjadi kunci agar pertanian Indonesia dapat terus maju tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan. Salah satu sosok yang berperan penting dalam bidang ini adalah Prof. Dr. Ir. Danar Dono, M.Si., dosen Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran. Dikenal sebagai pakar di bidang fisiologi dan biokimia serangga, biotoksikologi insektisida, serta proteksi tanaman, Prof. Danar telah lama mendedikasikan diri untuk mengembangkan pestisida dan herbisida berbasis bahan alami.

Selain mengajar, Prof. Danar juga aktif meneliti di Laboratorium Pestisida dan Toksikologi Lingkungan Fakultas Pertanian Unpad, yang menjadi pusat pengujian dan formulasi pestisida secara ilmiah dan terstandar. Di laboratorium inilah, berbagai penelitian dilakukan untuk menemukan solusi pengendalian hama yang efektif sekaligus ramah lingkungan. Konsistensinya dalam riset pestisida botani telah menjadikannya salah satu tokoh penting di Indonesia dalam pengembangan teknologi pertanian berkelanjutan.

Dalam wawancara, Prof. Danar menjelaskan bahwa ide pengembangan pestisida alami berawal dari keinginannya untuk menyediakan produk siap pakai yang benar-benar bisa dimanfaatkan oleh petani. “Banyak penelitian berhenti pada tahap bahan aktif, tanpa sampai ke formulasi yang praktis dan bisa diaplikasikan langsung di lapangan,” ujarnya. Berangkat dari kebutuhan tersebut, beliau mulai merancang produk dengan formulasi sederhana, efektif, dan mudah diproduksi dalam skala besar.

Dari Laboratorium ke Lapangan — Inovasi Pestisida Nabati yang Siap Pakai

Inovasi Prof. Danar telah melahirkan berbagai produk pestisida dan herbisida berbasis bahan alam, seperti Neembakin, Ricinix, Neemoil, Herbakil, dan beberapa formulasi lainnya. Produk-produk ini menunjukkan keberhasilan beliau dalam mentransformasikan riset laboratorium menjadi solusi nyata di lapangan. Sebelum merancang setiap formulasi, Prof. Danar terlebih dahulu menelusuri publikasi ilmiah terdahulu untuk memastikan orisinalitas ide, kesesuaian bahan, serta perbedaan karakter formula yang dikembangkan di Unpad.

Seluruh proses riset dilakukan di Laboratorium Pestisida dan Toksikologi Lingkungan, mulai dari uji efektivitas bahan aktif terhadap organisme sasaran, uji lapang untuk mengamati kinerja produk dalam kondisi nyata, hingga uji fitotoksisitas guna memastikan keamanan terhadap tanaman budidaya. Menariknya, dalam proses pengujian ditemukan bahwa beberapa bahan alami yang semula berfungsi sebagai insektisida justru menunjukkan efek terhadap tanaman, sehingga dikembangkan menjadi herbisida alami. Pendekatan adaptif ini menunjukkan fleksibilitas dan kreativitas Prof. Danar dalam mengubah hasil riset menjadi temuan baru yang bermanfaat.

Produk-produk pestisida hasil inovasinya memiliki sejumlah keunggulan, antara lain berbasis bahan alami yang mudah diperoleh, aman bagi lingkungan, dan dapat diproduksi secara massal. Formulasi gabungan dari beberapa bahan aktif terbukti meningkatkan efektivitas pengendalian hama dan gulma, serta telah melalui serangkaian uji laboratorium dan lapangan. Melalui inovasi ini, Prof. Danar tidak hanya berkontribusi dalam mendukung sistem pertanian yang lebih aman dan berkelanjutan, tetapi juga membuktikan bahwa hasil penelitian akademik dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan dunia pertanian Indonesia. Hal ini semakin menguatkan peran Unpad dalam memberikan dampak yang positif bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian