Penulis:  Aufa Mumtaz Susanto

Jatinangor, 15 Mei 2026 — Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran menyelenggarakan Padjadjaran Hybrid Lecture Series 2026, program kuliah tamu internasional yang berlangsung selama empat hari, 12–15 Mei 2026, secara hybrid di Gedung Dekanat, Fakultas Pertanian, Kampus Jatinangor. Kali ini, Faperta Unpad menghadirkan Prof. Hiroshi Ezura, Ph.D., Guru Besar dari University of Tsukuba, Jepang, untuk berbagi langsung tentang ilmu dan teknologi produksi benih sayuran, mulai dari dasar-dasarnya hingga rekayasa genomik terkini. Kegiatan ini terbuka bagi mahasiswa S1/S2/S3 pertanian serta para peneliti, dengan total lebih dari 300 peserta per hari yang terdiri dari 30 peserta luring dan 285 peserta daring dari berbagai institusi di Indonesia, Malaysia, dan Jepang.

Acara dibuka oleh Dekan Fakultas Pertanian Dr. Achmad Choibar Tridakusumah bersama Koordinator Mata Kuliah Dasar Teknologi Benih, Muhamad Kadapi, Ph.D. Keduanya menyampaikan bahwa program ini merupakan wujud nyata komitmen Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran dalam menghadirkan pengalaman belajar bertaraf internasional. Kegiatan diselenggarakan oleh tim dosen yang terdiri dari Prof. Anne Nuraini, Prof. Syariful Mubarok, Dr. Erni Suminar, Muhamad Kadapi, Ph.D., dan Dr. Rahmat Budiarto.

Empat hari kuliah dirancang secara bertahap. Sesi pertama (12 Mei) membahas jenis-jenis benih sayuran, dari propagasi vegetatif hingga generatif, sebagai fondasi sebelum masuk ke topik yang lebih teknis. Sesi kedua (13 Mei) membahas produksi tanaman bebas virus melalui kultur meristem dan sistem produksi benih hibrida F1. Sesi ketiga (14 Mei) masuk ke evaluasi kualitas benih: seed priming, priming osmotik, dan penyimpanan benih jangka panjang. Lalu di sesi keempat (15 Mei), Prof. Ezura bercerita langsung tentang bagaimana teknologi CRISPR/Cas9 ia gunakan untuk mengembangkan tomat tinggi GABA (Gamma-aminobutyric acid), produk hasil edit genom yang telah dirilis secara komersial di dunia dan kini telah dipasarkan di Jepang.

Prof. Hiroshi Ezura dikenal luas sebagai pelopor dalam bidang edit genom tanaman sayuran. Spesialisasinya mencakup fisiologi tanaman, genetika, genomik, pemuliaan, dan bioteknologi. Dengan lebih dari 430 publikasi ilmiah, ratusan paten internasional, dan penerima Tsukuba Prize 2024, beliau membawa perspektif yang tidak hanya akademis, tetapi juga telah benar-benar mewujud menjadi inovasi nyata di pasar pangan global. Kehadiran beliau disambut antusias peserta dengan sesi tanya jawab yang berlangsung hidup dan kritis, mulai dari pertanyaan teknis seputar seed priming hingga diskusi mendalam tentang tantangan regulasi CRISPR.

Peserta Padjadjaran Hybrid Lecture berasal dari berbagai institusi nasional dan internasional, di antaranya University of Tsukuba, Universiti Putra Malaysia, Universitas Padjadjaran, Institut Pertanian Bogor, Universitas Brawijaya, Universitas Jember, Universitas Muhammadiyah Jakarta, Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Winaya Mukti, Universitas Islam Riau, Politeknik Negeri Lampung, dan Universitas Gunadarma. Selain akademisi dan mahasiswa, kegiatan ini juga diikuti oleh peneliti independen dan masyarakat umum melalui pendaftaran terbuka. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya minat terhadap pengembangan ilmu dan inovasi pertanian berbasis riset global. Kehadiran lintas institusi ini sekaligus memperkuat jejaring akademik dan kolaborasi internasional dalam bidang pertanian.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama yang melibatkan seluruh peserta luring, dosen, dan narasumber sebagai penanda berakhirnya rangkaian Padjadjaran Hybrid Lecture. Salah satu mahasiswa Program Studi Agroteknologi S1 Universitas Padjadjaran menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang berbeda karena peserta dapat berinteraksi langsung dengan ilmuwan yang telah menerapkan risetnya secara nyata. Ia juga menilai materi mengenai pengembangan tomat GABA dan evaluasi vigor benih menjadi bagian yang paling inspiratif dan aplikatif. Program ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan akses pembelajaran berkualitas, SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui diseminasi inovasi pertanian, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi akademik lintas institusi dan negara.

id_IDIndonesian