Penulis: Syifa Djuita Putri
Jatinangor, 17 April 2026 — Bale Tatanen Universitas Padjadjaran terus mengukuhkan perannya sebagai laboratorium lapang yang mengintegrasikan pertanian dan teknologi secara aplikatif. Fasilitas pembelajaran terbuka ini dirancang tidak hanya sebagai sarana praktikum, tetapi juga sebagai ekosistem agribisnis modern yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Berbagai unit produksi dikembangkan secara sistematis, mulai dari lahan percobaan hingga greenhouse yang dikelola secara intensif. Pendekatan ini memungkinkan mahasiswa dan peneliti untuk memahami praktik pertanian berbasis data dan efisiensi. Dengan demikian, Bale Tatanen menjadi ruang pembelajaran kontekstual yang menjembatani teori dan implementasi di lapangan.
Salah satu komoditas unggulan yang saat ini menjadi sorotan adalah budidaya melon hidroponik. Sistem ini tidak hanya berfungsi sebagai media pembelajaran, tetapi juga sebagai model usaha tani modern yang mempertimbangkan aspek teknis dan ekonomi secara simultan. Pengelolaan dilakukan secara berkelanjutan dengan evaluasi berkala guna meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen. Fokus utama diarahkan pada efisiensi penggunaan input serta konsistensi mutu produk. Hal ini menjadikan melon Bale Tatanen sebagai representasi praktik pertanian presisi berbasis teknologi.
Dalam implementasinya, sistem hidroponik yang digunakan merupakan kombinasi metode Deep Flow Technique (DFT) dan teknik Machida. Metode DFT difokuskan pada produksi satu buah per tanaman melalui pemangkasan pucuk utama secara rutin untuk mengoptimalkan distribusi nutrisi. Sebaliknya, teknik Machida memungkinkan pembentukan hingga tiga buah per tanaman dengan pendekatan manajemen tajuk yang berbeda. Instalasi budidaya dibagi menjadi beberapa baris, di mana baris 1–11 menggunakan sistem DFT dan baris 12–25 menerapkan teknik Machida. Perbedaan ini menjadi basis kajian komparatif dalam mengevaluasi efektivitas produksi dan efisiensi perawatan. Hasil evaluasi diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi metode budidaya yang lebih optimal di masa mendatang.
Pengelolaan greenhouse dilakukan melalui kolaborasi antara Fakultas Pertanian dengan PT Subur Indo Amerta serta didukung oleh tenaga kerja yang kompeten. Keterlibatan mahasiswa dari Fakultas Teknologi Industri Pertanian (FTIP) juga menjadi bagian penting dalam kegiatan ini, terutama dalam aspek penelitian dan pengembangan. Mahasiswa seperti Refka Akbar Zahfara, Errens Joerdhi Fahrezi, dan Salma Najwa Syakira turut berkontribusi dalam observasi sekaligus praktik teknis di lapangan. Mereka tidak hanya melakukan pengumpulan data, tetapi juga terlibat langsung dalam pengelolaan budidaya. Sinergi ini menciptakan lingkungan pembelajaran berbasis riset yang aplikatif dan kolaboratif. Selain itu, kegiatan ini memperkuat kompetensi mahasiswa dalam menghadapi tantangan industri pertanian modern.
Dari sisi teknis budidaya, terdapat empat varietas melon yang dikembangkan, yaitu Sweet Lavender, Sweet Honey, Honeydew, dan Dalmatian. Pemilihan varietas didasarkan pada adaptasi terhadap sistem hidroponik, kualitas rasa, serta preferensi pasar. Tanaman dipelihara menggunakan nutrisi AB mix dengan tambahan unsur hara sesuai kebutuhan untuk mengatasi potensi defisiensi. Pemeliharaan dilakukan secara intensif melalui kegiatan pruning harian dan pengelolaan daun untuk mengoptimalkan distribusi nutrisi. Pengendalian gulma dilakukan secara mekanis, sementara pengawasan terhadap organisme pengganggu tanaman dilakukan secara berkala. Pendekatan ini memastikan stabilitas produksi sekaligus menjaga kualitas hasil panen tetap optimal.
Dari perspektif ekonomi dan keberlanjutan, budidaya melon hidroponik di Bale Tatanen menunjukkan prospek yang sangat menjanjikan. Produk yang dihasilkan memiliki kualitas premium dengan karakteristik rasa yang konsisten, tampilan seragam, dan tingkat higienitas tinggi sehingga memiliki nilai jual yang lebih kompetitif. Selain itu, konsumen dapat membeli langsung di lokasi greenhouse sekaligus merasakan pengalaman memetik buah, yang memperkuat transparansi rantai pasok. Model ini mencerminkan implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan seperti SDG 12 (Responsible Consumption and Production) melalui pola konsumsi yang lebih sadar dan efisien. Kegiatan ini juga berkontribusi pada SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) melalui penciptaan nilai tambah ekonomi berbasis agribisnis. Lebih lanjut, integrasi pembelajaran, penelitian, dan praktik lapang memperkuat SDG 4 (Quality Education) serta mendukung internasionalisasi dan peningkatan dampak Fakultas Pertanian dalam pengembangan pertanian berkelanjutan.






