Penulis: Nuraini Fitri Aribah
Jatinangor, 21 Mei 2026 — Isu transformasi digital dan keberlanjutan sistem pangan menjadi sorotan utama dalam “International Seminar on Enhancing Sustainable and Digital Food Systems” yang digelar Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran di Bale Sawala, Gedung Rektorat Universitas Padjadjaran, Kamis (21/5/2026). Seminar internasional tersebut diselenggarakan secara hybrid dengan menghadirkan tiga narasumber internasional, yakni Assoc. Prof. Ferry Jie, Assoc. Prof. Ramadhona Saville, dan Assoc. Prof. Dr. Koblarp Chandrasapth, serta diikuti oleh akademisi, mahasiswa, dan praktisi dari berbagai latar belakang untuk membahas masa depan sistem pangan global yang lebih adaptif dan berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Guru Besar Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, Prof. Dr. Tomy Perdana, S.P., M.M. menekankan bahwa tantangan sistem pangan global tidak dapat diselesaikan secara individual, melainkan membutuhkan kerja sama berbagai pihak dari lintas negara dan disiplin ilmu. Beliau menyebut seminar ini bukan hanya menjadi ajang pertukaran pengetahuan, tetapi juga sarana membangun kolaborasi nyata menuju keberlanjutan pangan dunia. Senada dengan hal tersebut, Dekan Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, Dr. Achmad Choibar Tridakusumah, S.P., M.P. menyampaikan komitmen Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui penguatan pendidikan, riset, dan inovasi di bidang pangan dan agribisnis.
Pada sesi materi, Assoc. Prof. Ferry Jie membahas digitalisasi rantai pasok berkelanjutan dalam konteks agribisnis. Ia menjelaskan bahwa konsep Revolusi Industri 5.0 dan Society 5.0 menempatkan teknologi sebagai alat pendukung yang tetap berorientasi pada manusia dan keberlanjutan. Sementara itu, Assoc. Prof. Ramadhona Saville memaparkan perkembangan transformasi digital pertanian melalui teknologi real-time monitoring dan predictive intelligence. Menurutnya, pemanfaatan sensor digital, machine learning, dan kecerdasan buatan mampu membantu petani meningkatkan produktivitas sekaligus mengurangi pemborosan sumber daya.
Dalam salah satu pemaparannya, Assoc. Prof. Ramadhona Saville menegaskan bahwa data memiliki peran yang sangat penting dalam menciptakan sistem pangan yang lebih adaptif, efisien, dan berkelanjutan. Menurutnya, perkembangan teknologi digital memungkinkan sektor agribisnis untuk mengambil keputusan secara lebih cepat dan akurat melalui pemanfaatan pemantauan data secara waktu nyata dan sistem kecerdasan prediktif. “Transformasi digital melalui pemantauan waktu nyata (real-time monitoring) dan kecerdasan prediktif (predictive intelligence) dapat meningkatkan efektivitas dan keberlanjutan pengelolaan agribisnis,” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa penggunaan sensor digital, machine learning, dan kecerdasan buatan tidak hanya membantu meningkatkan produktivitas pertanian, tetapi juga mampu meminimalkan pemborosan sumber daya dan mengurangi resiko kehilangan hasil panen.
Sementara itu, Assoc. Prof. Dr. Koblarp Chandrasapth menyoroti pentingnya komunikasi merek berkelanjutan yang transparan, konsisten, dan berbasis fakta dalam membangun kepercayaan konsumen terhadap produk agribisnis. Menurutnya, konsumen modern kini semakin kritis terhadap isu lingkungan dan keberlanjutan dalam memilih produk. Oleh karena itu, pelaku usaha perlu menyampaikan nilai-nilai keberlanjutan secara autentik serta menghindari praktek greenwashing yang dapat menurunkan kredibilitas produk maupun perusahaan.Melalui berbagai pembahasan tersebut, seminar ini turut mendukung implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 (Zero Hunger), SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure), SDG 12 (Responsible Consumption and Production), SDG 13 (Climate Action), serta SDG 17 (Partnerships for the Goals). Dukungan tersebut diwujudkan melalui penguatan inovasi berbasis teknologi digital, pengembangan sistem pangan yang lebih efisien dan ramah lingkungan, serta kolaborasi internasional antar akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai negara. Selain menjadi ruang pertukaran pengetahuan, seminar ini juga diharapkan mampu mendorong lahirnya gagasan dan kerja sama strategis dalam menghadapi tantangan global di sektor pangan dan agribisnis. Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam membangun masa depan sistem pangan dunia yang lebih tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.









