Queena Azizsya Azrianie, mahasiswa Program Studi Agribisnis angkatan 2025 Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, berhasil meraih penghargaan Best Speech pada ajang Putra Putri Faperta 2026. Penghargaan tersebut menjadi hasil dari proses yang ia jalani untuk mengembangkan kemampuan public speaking sejak mengikuti rangkaian seleksi Putra Putri Faperta. 

Keinginan mengikuti Putra Putri Faperta berawal dari keinginannya mengembangkan kemampuan public speaking sekaligus memperoleh pengalaman baru selama menjalani perkuliahan. Menurut Queen, ajang tersebut menjadi wadah untuk belajar menyampaikan gagasan, memperluas wawasan, dan melatih kepercayaan diri.

“Aku ingin mengembangkan soft skill public speaking dan mendapatkan pengalaman baru yang belum pernah aku rasakan sebelumnya,” ujarnya.

Bagi Queen, penghargaan Best Speech bukan hanya menjadi bentuk apresiasi atas kemampuan berbicara di depan umum, tetapi juga menjadi bukti bahwa proses belajar yang dijalaninya selama mengikuti Putra Putri Faperta membuahkan hasil.

Mengasah Kemampuan Melalui Setiap Tahapan

Dalam mempersiapkan diri, Queen tidak hanya berlatih berbicara di depan umum. Ia juga memperdalam berbagai isu yang berkaitan dengan pertanian, ketahanan pangan, Sustainable Development Goals (SDGs), hingga isu-isu yang sedang berkembang di Indonesia. Menurut Queen, menguasai materi menjadi salah satu kunci agar pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh audiens. 

Selain itu, Queen juga melatih artikulasi, ekspresi, penguasaan panggung, serta kemampuan mengendalikan rasa gugup ketika berbicara di depan banyak orang. Persiapan tersebut ia lakukan secara bertahap sebelum seluruh rangkaian Putra Putri Faperta dimulai.

Salah satu pengalaman yang paling membekas baginya adalah sesi motion challenge. Pada sesi tersebut, peserta hanya diberi waktu lima menit untuk menyusun pidato sebelum menyampaikannya di hadapan dewan juri. Dengan waktu yang terbatas, setiap peserta dituntut mampu berpikir cepat sekaligus menyusun gagasan secara runtut sebelum menyampaikannya di hadapan dewan juri. 

Meski sempat merasa gugup dan lupa beberapa bagian materi, Queen berusaha tetap tenang dengan berpegang pada kata-kata kunci yang telah ia susun.

“Aku tetap tenang dan membiarkan semuanya mengalir sambil mengingat kembali poin-poin yang ingin kusampaikan,” katanya.

Pengalaman tersebut menjadi pelajaran berharga bagi Queen. Ia menyadari bahwa kemampuan berbicara di depan umum tidak hanya bergantung pada penguasaan materi, tetapi juga kemampuan mengendalikan rasa gugup saat berada di atas panggung.

Queena Azizsya Azrianie berharap dapat terus mengembangkan kemampuan public speaking melalui berbagai kesempatan. (Foto: Dok. Pribadi).

Public Speaking sebagai Bekal untuk Terus Berkembang

Mengikuti Putra Putri Faperta memberikan banyak pengalaman baru bagi Queen. Selain meningkatkan rasa percaya diri, ia juga belajar pentingnya menjaga sikap, komunikasi, dan tanggung jawab sebagai representasi Fakultas Pertanian.

Ke depan, Queen ingin terus mengembangkan kemampuan public speaking melalui berbagai kegiatan di tingkat fakultas maupun universitas. Ia berharap kemampuan tersebut dapat menjadi bekal untuk terus belajar sekaligus berkontribusi dalam berbagai kegiatan akademik maupun nonakademik. 

Menutup wawancara, Queen berpesan kepada mahasiswa agar tidak takut melatih kemampuan berbicara di depan umum.

“Latihan di depan kaca, kuasai materi yang akan disampaikan sehingga tidak mudah blank saat berbicara. Untuk meningkatkan rasa percaya diri, kita juga harus berani keluar dari zona nyaman,” tutupnya.

*Keterangan:

Sumber berita wawancara sebagai tugas Mata Kuliah Penulisan Humas, Program Studi Hubungan Masyarakat, Fakultas Ilmu Komunikasi

Penulis : Zahra Ardea Oktaviola (NPM : 210310250010)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian