Penulis: Nuraini Fitri Aribah

Jatinangor, 24 April 2026 — Mahasiswa pascasarjana Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran kembali menunjukkan kiprah di tingkat global melalui partisipasi dalam program riset internasional di Taiwan dan Jepang. Capaian ini mencerminkan meningkatnya daya saing akademik mahasiswa dalam bidang pemuliaan tanaman sekaligus memperluas jejaring kolaborasi ilmiah lintas negara. Melalui keterlibatan dalam program magang riset dan pelatihan internasional yang akan datang, para mahasiswa tidak hanya berkesempatan memperoleh pengalaman akademik di tingkat global, tetapi juga diharapkan dapat  berkontribusi pada pengembangan inovasi di bidang pemuliaan tanaman yang adaptif terhadap tantangan global. 

Salah satu prestasi tersebut diraih oleh mahasiswa magister, Putri Fajar Chaerul Hamdani, yang terpilih untuk mengikuti program Omics Breeding Internship di World Vegetable Center (WorldVeg), Taiwan. Program ini dijadwalkan berlangsung pada 7 Juli 2026 hingga 6 Januari 2027 di Shanhua, Tainan, Taiwan, yang akan memberikan kesempatan bagi peserta untuk terlibat langsung dalam riset pemuliaan berbasis omics. Dalam program tersebut, Putri akan mengangkat riset terkait seleksi mutan karotenoid pada tanaman tomat sebagai bagian dari pendekatan pemuliaan tanaman. Ketertarikannya terhadap program ini berawal dari informasi yang diperoleh melalui platform profesional serta interaksi sebelumnya dengan calon supervisor, Dr. Ya-Ping Lin, yang juga merupakan peneliti di WorldVeg. Menurutnya, kesempatan ini menjadi langkah strategis untuk memperluas wawasan serta membuka peluang studi lanjut hingga jenjang doktoral. 

Di sisi lain, mahasiswa program doktoral Faperta Unpad, Zulfa Afifah dan Fitriansyah Putra, juga terpilih untuk turut berpartisipasi dalam program peningkatan kapasitas riset melalui skema Planning Short Course yang merupakan bagian dari proyek internasional SATREPS (Science and Technology Research Partnership for Sustainable Development). Program ini akan dilaksanakan selama dua bulan, yaitu pada 27 Juni – 31 Agustus 2026, dengan mengusung tema “Data Analysis & Mutation Detection”. Kegiatan ini berfokus pada penguatan keterampilan analisis data dan deteksi mutasi sebagai fondasi dalam pengembangan inovasi pemuliaan tanaman berbasis bioteknologi. 

Partisipasi dalam program ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan pengembangan Laboratorium CAB-Tech Faperta Unpad yang saat ini tengah dirintis sebagai pusat unggulan pemuliaan tanaman. Melalui pelatihan di University of Tsukuba, peserta diharapkan mampu mengadopsi teknologi dan metode mutakhir untuk kemudian diimplementasikan di laboratorium tersebut. “Program ini menjadi bagian dari upaya strategis untuk meningkatkan kapasitas laboratorium, sehingga ke depan CAB-Tech dapat berkembang menjadi salah satu pusat pemuliaan tanaman terkemuka di Indonesia,” ungkap Fitriansyah. 

Secara keseluruhan, keterlibatan mahasiswa Faperta Unpad dalam program internasional ini tidak hanya meningkatkan kompetensi individu, tetapi juga berkontribusi pada penguatan kapasitas institusi dalam menghasilkan inovasi pertanian yang adaptif dan berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam mendukung ketahanan pangan pada SDG 2 (Zero Hunger), penguatan inovasi dan infrastruktur riset pada SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure), serta mendorong sistem produksi pangan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan sesuai pada SDG 12 (Responsible Consumption and Production). Sebagai pesan bagi mahasiswa lain, para peserta menekankan pentingnya keberanian untuk mencoba, kesiapan dalam mengembangkan diri, serta keaktifan dalam mencari peluang kolaborasi. Dengan memanfaatkan jejaring akademik yang ada, kesempatan untuk berkiprah di tingkat internasional menjadi semakin terbuka lebar. 

id_IDIndonesian