Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau biasa disebut Sustainibility Development Goals (SDGs) nomor 2, yaitu Mengakhiri Kelaparan (Zero Hunger). Melalui riset yang dipimpin oleh dosen dan berkolaborasi dengan mahasiswa, tim berhasil mengembangkan benih unggul dari tanaman sumber pewarna alami, seperti kunyit, bunga telang, dan ubi jalar. Penelitian ini tidak hanya berkontribusi pada ketahanan pangan, tetapi juga membuka peluang inovasi di sektor pertanian berkelanjutan. Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari program hibah lima tahun yang mendapat dukungan perusahaan swasta internasional asal Amerika Serikat, Sensient Colors LLC.


Riset ini menjadi bukti nyata penerapan ilmu pengetahuan melalui kolaborasi antara dosen dan mahasiswa Budidaya Pertanian Faperta Unpad. Selama lima tahun terakhir, kegiatan ini telah mendukung berbagai program strategis, seperti International Summer Course dan Breeding for Natural Color Plants. Kolaborasi ini melibatkan tidak hanya pakar dari Unpad, tetapi juga ahli internasional, termasuk Dr. Vergel Concibido dari Sensient Colors LLC sebagai mitra utama. Kemitraan tersebut membuktikan bahwa penelitian yang solid dan teruji mampu menghasilkan inovasi yang bermanfaat dan berdaya guna.
Fokus utama riset ini terletak pada pengembangan varietas tanaman dengan kualitas pewarna alami unggul serta ketahanan terhadap hama dan penyakit. Melalui program pemuliaan, peneliti berhasil menciptakan benih yang lebih produktif dan efisien. Benih-benih tersebut telah melalui pengujian ketat dan diharapkan mampu meningkatkan pendapatan petani. Peningkatan sumber daya genetik ini juga mendukung ketersediaan pangan berkualitas dan nutrisi beragam bagi masyarakat, sejalan dengan tujuan SDGs 2.
Keberhasilan riset tahap pertama menjadi landasan kuat untuk keberlanjutan kolaborasi strategis dengan Sensient. Kontrak riset tahap kedua ini akan berlangsung hingga tahun 2029 sebagai wujud komitmen para penggerak petani modern dalam mendorong inovasi pertanian dan ketahanan pangan. Langkah ini memperkuat posisi institusi sebagai pusat pendidikan yang tidak hanya menekankan teori, tetapi juga menghasilkan aksi nyata. Dampaknya diharapkan memberikan manfaat luas bagi masyarakat dan industri.





