Universitas Padjadjaran (UNPAD) dengan bangga menjadi tuan rumah penyelenggaraan World Bee Day (WBD) yang jatuh pada tanggal 20 Mei 2025. Peringatan WBD dilaksanakan mulai 19 hingga 20 Mei 2025. Namun dalam rangka menyongsong WBD sebelumnya sejak tahun November 2024 telah dilaksanakan beberapa webinar dengan tema penting dalam rangka menyongson perayaan WBD 20 Mei 2025.  Peringatan ini dimeriahkan dengan berbagai kegiatan yang menarik dan edukatif, termasuk seminar nasional, workshop inovatif, dan diskusi paralel mengenai lebah dan madu.

Turut hadir pula Kepala Badan Gizi Nasional, Ir. Dadan Hindayana, M.sc. Ph.D sebagai Keynote Speaker mengungkapkan bahwa, “Lebah dan madu merupakan sumber gizi dan pangan yang akan bermanfaat untuk badan, maka mari kita lestarikan lebah dengan berbagai cara, karena manfaatnya tidak hanya untuk ekosistem, namun juga untuk manusia”. Beliau juga memaparkan bagaimana Peranan Lebah dan Tabuhan dalam Pertanian Degeneratif dan Kesehatan Masyarakat serta fungsi produk lebah. **gg

Disampaikan pula dalam pelaksanaan rangkaian acara ini bahwa UNPAD tidak hadir sendirian, namun juga bekerja sama dengan berbagai universitas ternama, seperti IPB dan UGM. Turut hadir Dosen-dosen dari universitas-universitas tersebut yang menjadi pembicara dan berbagi pengetahuan tentang lebah dan madu. Selain Perguruan Tinggi, Peringatan WBD juga diramaikan oleh para praktisi pengobatan sengat lebah dan petani lebah, akademisi dari berbagai perguruan tinggi dan beberapa pondok pesantren yang ada di jawa Barat yang intensif melakukan budidaya lebah untuk produk madu dan peran kesehatannya. Turut hadir juga secara luar jaringan Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner, Dr. Drh. Nuryani Zainnudin, M.Si, sekaligus sebagai Keynote Speech 2, bahwa “Peringatan World Bee Day ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya lebah dan penyerbuk lain dalam menjaga ketahanan pangan dan keberlanjutan ekosistem.

Dengan demikian, diharapkan masyarakat dapat lebih menghargai peran penting lebah dan berkontribusi pada pelestariannya.”

Tidak hanya hadirkan Seminar Nasional, dan Talkshow, disampaikan Ketua umum Asosiasi Perlebahan Indonesia (API), para peserta yang hadir dapat membeli langsung produk-produk yang dihasilkan dari para petani binaan, dan mencoba langsung pengobatan sengat lebah, dan bisa mengikuti workshopnya di hari kedua.

Selain presentasi ilmiah oleh pembicara kunci, dalam acara ini juga dimeriahkan oleh dialog dengan Kelompok Tani Hutan Tamalago (Tani Madu Lebah Trigona) yang berlokasi di Kelurahan Cibangkong Kecamatan Batu Nunggal. Kelompok tani ini membudidayakan lebah tidak bersengat di lingkungan perkotaan karena lebah ini relatif tidak menakutkan/membahayakan orang karena tidak menyengat dan pemeliharaannya relatif lebih mudah namun tetap diperlukan tanaman penghasil nektar, serbuk sari dan tanaman bergetah sebagai sumber resin. Kegiatan ini dapat mendorong keasrian kota karena banyak ditanami tanaman berbunga dan tanaman pertanian produktif lainnya, Selain itu produk madu yang dihasilkan dapat membantu pemenuhan gizi ibu hamil dan balita. Praktik baik budidaya lebah ini dapat diduplikasi di lingkungan perkotaan lainnya.

Acara ini pun, ditutup dengan rumusan hasil peringatan WBD, sesi foto bersama dan kunjungan stand pameran.

Beberapa rumusan yang penting melibatkan secara  langsung peran UNPAD diantaranya:

*API bersama IPB dan UNPAD akan memfollow up kerjasama dengan Badan Gizi Nasional, guna dukungan program Makan Bergizi Gratis, dengan memastikan madu dan produk olahan lebah masuk sebagai komponen penting gizi anak-anak Indonesia.

*API bersama UNPAD, IPB, UGM segera membangun kolaborasi dg Universiti Teknologi Malaysia, untuk akselerasi penerapan IoT untuk tujuan penelitian, edukasi dan peluang komersial.

*API Bersama berbagai mitra, segera membangun kolaborasi pilot project sertifikasi madu organik, sertifikasi produk dan pengembangan model bisnis yang sehat, adil, dan berkelanjutan untuk produk perlebahan.

Beberapa tema diskusi yang membuka peluang kerjasama antara lain Pengenbangan pertanian organik yang mendukung kelestarian penyerbuk dengan Aliansi Organik Indonesia (AOI), Pengembangan dan pendampingan kegiatan  pertanian yang bersinergi dengan lebah dan produk turunannya dengan beberapa pondok pesantren di Jawa Barat, serta kerja sama bidang pembinaan SDM praktisi pengobatan tradisional dan landasan ilmiah praktik sengat Lebah-Tawon untuk kesehatan.

id_IDIndonesian