Mengambil keputusan besar di tengah rasa ragu bukanlah perkara mudah bagi sebagian besar orang. Namun, bagi Novi Yulianti, keberanian melangkah dan melawan keraguan tersebut justru mengantarkannya meraih prestasi gemilang sebagai Runner Up Putri Pertanian 2026. Mahasiswi program studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran ini membuktikan bahwa keterbatasan latar belakang di bidang duta kampus bukanlah penghalang untuk bersaing di tingkat fakultas maupun universitas. Kisah perjalanannya menjadi inspirasi nyata mengenai pentingnya mengambil peluang dan mencoba hal baru demi menemukan potensi terbaik dalam diri.
Pada awal kompetisi, ia harus menghadapi berbagai tekanan internal, mulai dari rasa kurang percaya diri hingga persiapan yang minim jika membandingkannya dengan finalis lain. Berkat kegigihan dan komitmen yang kuat, Novi mampu mengubah setiap tantangan menjadi motivasi untuk terus bertumbuh selama masa karantina. Keberhasilan menyandang gelar Putri Pertanian ini tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi bagi Novi, tetapi juga menegaskan bahwa kerja keras serta autentisitas di atas panggung mampu membuka pintu kesempatan yang lebih luas di kehidupan kampus.
Persiapan Menuju Putri Pertanian

Kompetisi Putri Pertanian merupakan ajang prestisius tahunan yang berfokus pada wawasan sektor agraris, kemampuan komunikasi, dan kepedulian sosial. Sebagai mahasiswa baru, Novi Yulianti sempat merasa ragu untuk mendaftar karena minimnya pengalaman organisasi di kampus dan ketatnya persaingan antarfinalis. Namun, motivasi kuat untuk berkembang serta membawa nama baik program studi Agroteknologi mendorongnya keluar dari zona nyaman demi menguji potensi diri.
Untuk menghadapi ajang Putri Pertanian 2026, Novi menyusun strategi persiapan mandiri yang matang guna menyiasati keterbatasan latar belakangnya di bidang pemodelan dan komunikasi publik. Ia melakukan riset mendalam seputar isu pertanian modern serta mempelajari teknik public speaking secara otodidak melalui platform digital. Selain melatih pembawaan diri, Novi mengoptimalkan pemahaman materi perkuliahan agroteknologi untuk menajamkan kemampuan berpikir kritis hingga berhasil membangun rasa percaya diri sebelum memasuki masa karantina.
Manajemen Waktu dan Strategi Menaklukkan Tantangan
Novi bukan orang baru di dunia kompetisi duta. Pada 2023, ia sempat mengikuti Duta Hukum dan HAM Jawa Barat, pengalaman yang memberinya gambaran kasar soal ajang semacam ini, meski tidak serta-merta membuat persiapannya kali ini lebih ringan. Tantangan terbesarnya kali ini bukan soal pengalaman, melainkan waktu, sebab ia aktif di tiga organisasi sekaligus, BEM KMFP Unpad, KPM Unpad, dan KABIM Unpad, sambil tetap mengejar tugas-tugas akademik semester 2. Di tengah kesibukan itu, ia memilih fokus melatih satu kemampuan yang menurutnya paling krusial untuk menghadapi rangkaian Putra Putri Pertanian: public speaking.
Selain kendala waktu, tantangan terbesar justru datang dari pergumulan batinnya sendiri dalam melawan rasa ragu. Novi mengatasi benturan jadwal organisasi dan kuliah dengan menerapkan skala prioritas serta mencatat agenda harian secara ketat. Ketika rasa gugup menyerang selama rangkaian kompetisi, ia menenangkan diri melalui metode sederhana, yaitu menarik napas dalam-dalam hingga perasaannya kembali stabil dan fokus.
Hasil Manis dari Keberanian Melangkah

Setelah meraih gelar Runner Up, Novi mengaku tidak sepenuhnya tahu alasan juri memilihnya. Berdasarkan diskusi dengan teman-temannya, ia menduga konsistensinya menjaga penampilan dan image sehari-hari menjadi salah satu faktor penilaian. Bagi Novi, momen-momen selama rangkaian kompetisi mulai dari photoshoot, speech day, unjuk bakat, hingga grand final menjadi pengalaman paling berkesan karena melatih kemampuan public speaking sekaligus keberaniannya mengatasi rasa gugup.
Gelar ini membawa banyak manfaat nyata. Pencapaian tersebut memotivasinya untuk lebih rajin di bidang akademik, sekaligus membuka relasi baru. Status sebagai sosok yang pernah membawa nama PPP pun menjadi nilai tambah yang akan ia cantumkan di CV-nya nanti.
Pesan untuk Mahasiswa: Jangan Takut Memulai
Bagi Novi, pelajaran paling berharga dari proses ini adalah jangan pernah meremehkan diri sendiri sebelum benar-benar mencoba.
“Percayalah, aku juga pada awalnya sangat ragu dan tidak percaya diri. Tapi karena aku berani mencoba, aku bisa melewati setiap rangkaiannya sampai mendapatkan Runner Up PPP 2026. Keyakinan diri itu dibentuk oleh kita sendiri, bukan tiba-tiba muncul begitu saja.” — Novi Yulianti Rohaeni, Runner Up Putri Pertanian Padjadjaran 2026.
Pesan ini relevan bagi siapa pun yang masih ragu mencoba hal baru. Keraguan akan selalu ada di awal, tapi keberanian untuk mencoba adalah satu-satunya jalan untuk tahu seberapa jauh kita bisa melangkah.
*Keterangan:
Sumber berita wawancara sebagai tugas Mata Kuliah Penulisan Humas, Program Studi Hubungan Masyarakat, Fakultas Ilmu Komunikasi
Penulis : Destya Arfiyanti