Penulis : Geovana Permata dan Tim Humas

JATINANGOR – Faperta Unpad (Faperta) Universitas Padjadjaran menerima kunjungan hangat dalam rangka benchmarking dari Faperta Unpad Universitas Islam 45 Bekasi pada Senin (12/1/2026). Bertempat di Student Center Faperta Unpad Jatinangor, rombongan tamu hadir dipimpin langsung oleh Dekan Faperta Unisma Bekasi, Ir. Ahya Kamilah, M.Si, didampingi jajaran dosen, staf, serta sekitar 50 mahasiswa yang antusias mengikuti jalannya kegiatan.

Acara dibuka secara resmi oleh Ketua Program Studi Agribisnis Faperta Unpad, Dr. Eddy Renaldi. Dalam pembukaannya, beliau memberikan pemaparan singkat mengenai profil Prodi Agribisnis yang diperkuat dengan tayangan video “Selayang Pandang” mengenai Faperta Unpad Unpad. Tayangan tersebut berhasil menghibur sekaligus memperkenalkan lingkungan dan fasilitas Faperta Unpad kepada seluruh peserta yang hadir.

Dalam sambutannya, Eddy Renaldi menekankan pentingnya keterbukaan dalam dunia pendidikan tinggi. Beliau menyatakan bahwa Faperta Unpad sangat membuka diri untuk menjalin kolaborasi lebih lanjut, baik di bidang akademik, inovasi penelitian, maupun program pertukaran mahasiswa. Menurutnya, kerja sama semacam ini merupakan kunci untuk saling bertukar ilmu pengetahuan demi kemajuan pertanian di Indonesia.

Menanggapi sambutan tersebut, Dekan Faperta Unisma Bekasi, Ibu Ahya, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi, Ia mengaku sangat terkesan dengan penerimaan pihak Unpad yang dinilai sangat terbuka, hangat, dan kekeluargaan, sehingga suasana benchmarking terasa jauh lebih hidup.

Suasana semakin interaktif ketika memasuki sesi tanya jawab. Salah satu mahasiswa Unisma Bekasi, Aldy, melontarkan pertanyaan yang cukup kritis mengenai hilirisasi pertanian di kampus Jatinangor. “Mengenai produk hasil tanam Faperta Unpad, biasanya diolah menjadi apa atau disirkulasikan ke mana saja, Pak?” tanya Aldy. Menjawab hal tersebut, Eddy Renaldi menjelaskan bahwa Prodi Agribisnis memiliki alur pengelolaan mandiri. Hasil panen fakultas biasanya didistribusikan melalui Agrimart untuk konsumsi segar, atau diolah secara kreatif menjadi produk pangan bernilai tambah, seperti keripik ubi.

Sebagai penutup rangkaian acara, rombongan diajak mengunjungi Bale Tetanen, sebuah kawasan aktif pengelolaan lahan milik Faperta Unpad. Di sana, para tamu melihat langsung proses pengelolaan lahan pertanian secara nyata dari hulu sampai hilir. Kegiatan ini diakhiri dengan pertukaran kenang-kenangan secara simbolis sebagai tanda dimulainya persahabatan dan kerja sama antar kedua instansi.

Kegiatan benchmarking ini merupakan wujud nyata implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), terutama poin ke-4 mengenai Pendidikan Berkualitas melalui pertukaran pengetahuan antarperguruan tinggi, serta poin ke-17 mengenai Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Kolaborasi dalam bidang inovasi pertanian dan pendidikan ini diharapkan mampu melahirkan solusi-solusi baru yang berkelanjutan bagi sektor pangan di masa depan.

id_IDIndonesian