
Dalam upaya meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat, khususnya warga petani di Jawa Barat, PT Indomarco Prismatama (Pengelola Toko Indomaret) bekerja sama dengan Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran (UNPAD) telah melakukan pembinaan dan pemberdayaan masyarakat petani melalui budidaya melon kepada 10 orang petani yang tergabung dalam Kelompok Bina Tani di Desa Sukaratu, Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.
Program yang disupport melalui Program Pemberdayaan Masyarakat PT Indomarco Prismatama ini, diberikan dalam bentuk modal bergulir dan pendampingan dari dosen-dosen di lingkungan Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran. Menurut Rija Sudirja, selaku PIC Program Pemberdayaan Masyarakat melalui Budidaya Melon Sky, program ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan petani dengan bantuan dan pembinaan yang dilakukan melalui model kerja sama dengan Kelompok Petani. Para dosen yang terdiri dari berbagai pakar keilmuan, antara lain; Dr. Wawan Sutari, Prof. Betty Natalie Fitriatin, Dr. Nursuhud, Dr. Rahmat Budiarto, Dr. Eso Solihin, Apong Sandrawati, M.P., Prof. Hersanti, Prof. Yusup Hidayat., Prof. Dr. Eliana Wulandari, SP., MM., Dr. Ahmad Choibar Tridakusumah, Sp., MP.,, Arif Affan Wicaksono, M.Agr., Syifa Nabilah Subakti Putri, M.Agr, dan PLP Ranu Manggala, S.P.
Tim telah menyusun Good Agricultural Practice (GAP) untuk budidaya, khususnya buah melon jenis Sky. Selanjutnya, mereka menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang dipadukan dengan praktik baik di lapangan berdasarkan pengalaman dan penerapannya di masing-masing individu petani.
Berkaitan dengan support melalui Program Pemberdayaan Masyarakat PT Indomarco Prismatama, modal usaha tani menggunakan pola sistem bergulir yang pengelolaannya oleh Unit Usaha Akademik Bale Tatanen – Faperta UNPAD.
Pada hari Rabu, 12 Maret 2025 telah dilakukan panen perdana melon Sky yang ditanam pada periode pertama mulai 1 Januari 2025. Kondisi penanaman pada periode ini menghadapi kendala berupa tingginya curah hujan yang terjadi selama periode penanaman, yang dapat menjadi pemicu serangan pathogen serta mampu menyebabkan kegagalan panen. Berkat ketelatenan para petani dalam melakukan pemeliharaan tanaman, serta adanya kegiatan pendampingan maka dampak dari kondisi tersebut dapat segera diantisipasi. Pertumbuhan tanaman dapat dipertahankan hingga masa panen. Hasil panen dari periode pertama ini dinilai cukup memuaskan, di mana dari luasan 0,15 hektar diperoleh 1.005 kg buah segar, dengan kategori Grade A sebanyak 920 kg dan sisanya 85 kg non-grade, serta tingkat kemanisan mencapai kadar Brix sebesar 12, lebih tinggi dari standar yang ditentukan yaitu nilai Brix 10.
Capaian hasil panen tersebut pada sisi lain dinilai masih belum memuaskan mengingat bahwa pada kondisi normal produktivitas tanaman mampu mencapai 3.500 – 4.000 kg. Hal ini merupakan tantangan yang harus dicapai dengan upaya melakukan praktik kultur teknis yang lebih baik, guna lebih menjamin produktivitas dan kontinuitas hasil tanaman, serta meningkatkan pendapatan petani. Sesuai dengan perjanjian kerjasama, buah melon segar ini diterima dengan harga pasar di Indomaret DC Bandung.
PT Indomarco Prismatama mengharapkan progam ini bisa meningkatkan keterampilan budidaya melon para petani yang terlibat juga meningkatkan pendapatan petani dan petani yang terlibat didaerah tersebut semakin bertambah. PT Indomarco Prismatama menjadi offtaker buah melon yang dihasilkan para petani yang terlibat secara berkelanjutan. Sehingga tercipta kemandirian petani.
