Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran (Faperta Unpad) baru-baru ini menggelar panen perdana benih jagung hibrida Bisi 18 sebagai salah satu bentuk terobosan yang nantinya akan memudahkan proses dari hulu ke hilir yaitu dari petani ke pengguna atau masyarakat sehingga dapat mendorong peningkatan ketahanan pangan lokal di Indonesia. Panen jagung ini membawa angin segar untuk mahasiswa dikarenakan bisa dijadikan sebagai pengalaman praktik lapangan dan memberikan pengalaman sendiri dalam proses menimba ilmu yang tentunya tidak hanya berada di kelas.

Dalam sambutannya Wakil Dekan II Faperta Unpad, Prof Dr. Rija Sudirja, S.P., M.T., menegaskan kembali bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi strategis antara Fakultas Pertanian Unpad dengan PT BISI Internasional Tbk dan PT Charoen Pokphand Indonesia, “Pengalaman belajar tidak hanya pembelajaran di kelas perkuliahan, namun juga pendampingan praktik langsung di lapangan suatu hal yang patut dibanggakan untuk mahasiswa”. Prof. Rija juga menambahkan bahwa Agripreneur Acceleration Program (AAP) merupakan program rancangan untuk mahasiswa agribisnis sebagai bentuk bekal pengalaman nyata dalam usaha pertanian dan bentuk program wirausaha.

“Program AAP ini sangat berperan dalam memberikan pengalaman belajar dikarenakan, mahasiswa akan terlibat aktif dalam seluruh proses, mulai dari pengolahan lahan hingga tahap panen, dengan pendampingan dari dosen terkait”, tambah Wakil Dekan II. Program AAP sendiri dirancang untuk membekali mahasiswa dengan pengalaman nyata dalam dunia usaha pertanian. Dengan demikian, mahasiswa dapat memahami seluk-beluk usaha pertanian dan mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan untuk menjadi wirausaha pertanian yang sukses nantinya.

Andi Magdalena, S.H., M.H., selaku Sekeretaris Jenderal (Sekjen) PT Charoen Pokphand Indonesia menambahkan bahwa sebagai bentuk Kerjasama Faperta Unpad dan PT BISI Internasional yang didasari oleh tingginya kebutuhan jagung dalam negeri, sehingga menjadi program yang nantinya dapat meningkatkan kesejahteraan petani Indonesia dan komitmen bersama dalam mewujudkan swasembada pangan pemerintah.

Besar harapan dari semua pihak yang ikut andil dalam program intgrasi mulai dari ilmu serta penerapan tahapan yang mana sudah diajarkan dalam perkuliahan oleh para Dosen Faperta Unpad. “Iya, AAP merupakan program terintegrasi dan implikasinya akan sangat terasa baik dari Faperta atau untuk Faperta Unpad.” tambah Andi Magdalena. Terlepas dari itu, karena program ini  tidak hanya memberikan ilmu hardskill mengenai budidaya jagung, namun juga mengajak mahasiswa untuk mengembangkan softskill dan jiwa kewirausahaan yang akan sangat bermanfaat bagi mahasiswa. Sekjen PT Charoen ini pun mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang ikut andil dalam mendukung keberhasilan program, tak lepas dari peran serta Faperta Unpad dalam memberikan kurikulum yang aplikatif dan juga semangat para mahasiswa yang terlibat. Dalam kegiatan ini turut hadir pula dari pihak Faperta, Dr. Ahmad Choibar Tridakusumah, SP., MP., sebagai Wakil Dekan I Faperta Unpad, pimpinan dan dosen Faperta Unpad. Dan dari pihak mitra pun turut hadir mulai dari Direktur Riset dan Pengembangan PT BISI Internasional  Putu Darsana yang merupakan HR Generalist PT Charoen Pokphand Indonesia, Direktur Riset dan Pengembangan PT BISI Internasional

Melalui kegiatan ini semua pihak yang ikut andail mengharapkan mahasiswa dapat merasakan manfaat yang lebih dari sekedar materi. Tak hanya Wakil Dekan II, Dr. Ahmad Choibar Tridakusumah, SP., MP., acap kali menjelaskan bahwa program ini sangat terintegrasi mulai dari tahapan sampai dengan penerapan ilmu yang diajarkan di Faperta Unpad

Kerja sama antara Faperta Unpad dan PT Charoen Pokphand Indonesia didasari oleh tingginya kebutuhan jagung dalam negeri. Pemerintah telah melarang impor jagung dan mendorong peningkatan ketahanan pangan lokal di Indonesia. Oleh karena itu, program AAP menjadi sangat relevan dan penting dalam meningkatkan kesejahteraan petani dan mendukung ketahanan pangan nasional.

Menurut Sekretaris Jenderal PT Charoen Pokphand Indonesia, Andi Magdalena Siadari, program AAP merupakan terobosan yang memudahkan proses dari hulu ke hilir yang langsung dari petani ke pengguna akhir. Program ini juga sangat terintegrasi dan sesuai dengan ranah Fakultas Pertanian Unpad.

Program AAP tidak hanya membekali mahasiswa dengan hard skill budidaya jagung, tetapi juga mengembangkan soft skill serta jiwa kewirausahaan. Dengan demikian, mahasiswa dapat memahami potensi keuntungan lainnya yang dapat digali dari usaha pertanian, tidak hanya fokus pada hasil tanam.

Keberhasilan program AAP tak lepas dari peran besar Faperta Unpad dalam merancang kurikulum yang aplikatif serta semangat para mahasiswa yang terlibat. Dalam kegiatan panen perdana ini, turut hadir Wakil Dekan I Faperta Unpad, Dr. Ahmad Choibar Tridakusumah, serta pimpinan dan dosen Faperta Unpad.

Melalui program AAP, diharapkan para mahasiswa dapat merasakan manfaat yang lebih dari sekadar materi. Pengalaman praktik langsung di lapangan serta kolaborasi dengan mitra industri menjadi bekal dalam membentuk kompetensi dan jiwa kewirausahaan mereka di bidang pertanian.

Dengan demikian, program AAP dapat menjadi solusi nyata dalam mendukung ketahanan pangan nasional dan meningkatkan kesejahteraan petani. Semangat kewirausahaan pertanian diharapkan terus tumbuh dan berkembang di kalangan mahasiswa, sehingga mereka dapat menjadi wirausaha pertanian yang sukses dan berkontribusi pada pembangunan pertanian di Indonesia.

Dalam jangka panjang, program AAP dapat menjadi contoh bagi program-program lain yang bertujuan meningkatkan kewirausahaan pertanian di kalangan mahasiswa. Dengan kerja sama yang erat antara akademisi dan industri, diharapkan program AAP dapat menjadi model yang dapat diadaptasi dan diterapkan di berbagai institusi pendidikan lainnya.

Dalam kesimpulan, program AAP merupakan contoh nyata dari kerja sama yang sukses antara akademisi dan industri dalam meningkatkan kewirausahaan pertanian di kalangan mahasiswa. Dengan pengalaman praktik langsung di lapangan dan pendampingan dari dosen terkait, mahasiswa dapat memahami seluk-beluk usaha pertanian dan mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan untuk menjadi wirausaha pertanian yang sukses.

Sumber : https://www.unpad.ac.id/2025/04/panen-perdana-jagung-hasil-kolaborasi-fakultas-pertanian-unpad-dan-industri/

id_IDIndonesian