Pakar Global Bersatu di Universitas Padjadjaran untuk Mendorong Sistem Pangan Berkelanjutan

Jatinangor — Universitas Padjadjaran sukses menyelenggarakan Seminar Internasional pertama tentang Sistem Pangan Berkelanjutan (ISASFS) pada tanggal 8 Oktober 2025 secara Hybrid yang dilakukan di Bale Rucita Unpad Jatinangor dengan mempertemukan pakar global, peneliti, dan praktisi untuk membahas tantangan mendesak dalam pertanian, ketahanan pangan, dan ketangguhan iklim.

Diselenggarakan oleh Departemen Sosial Ekonomi dan Agribisnis, Fakultas Pertanian, seminar ini mengusung tema “Menghubungkan Dunia Menuju Sistem Pangan yang Berkelanjutan.” Pembicara utama dan panelis ahli dari Tanzania, Malaysia, Belanda, dan Filipina bergabung secara daring untuk berbagi wawasan tentang agroekologi, inovasi digital, kebijakan perdagangan, dan sistem produksi padi berkelanjutan.

“Seminar ini menjadi wadah kolaborasi lintas negara dan pertukaran pengetahuan,” ujar Dr. Sri Fatimah, Ketua Panitia Pelaksana. “Kami ingin menghubungkan kearifan lokal dengan keahlian global untuk membangun sistem pangan yang inklusif, produktif, dan ramah lingkungan.”

Panel Ahli yang dipimpin oleh Dr. Fatimah menyoroti empat area utama, antara lain Ketangguhan berbasis komunitas dan adaptasi iklim (Dr. Rashid, Tanzania), Platform digital pertanian dan kewirausahaan (Dr. Fazleen, UiTM Malaysia), Instrumen ekonomi untuk keberlanjutan (Dr. Rico Ihle, Wageningen University), Produksi padi rendah emisi dan pendampingan petani (Dr. Ravindra C. Joshi, Filipina).

Seminar ini juga menghadirkan sesi paralel dengan lebih dari 80 presentasi makalah dari akademisi Indonesia dan internasional, mencakup topik seperti kesetaraan gender, pertanian regeneratif, dan inovasi kebijakan, dan secara keseluruhan dihadiri oleh kurang lebih total 140 partisipan baik secara online maupun onsite dan secara tidak langsung mendukung implementasi SDGS point 13 yaitu Penanganan Perubahan Iklim.

Wakil Dekan Bidang Pembelajaran, Kemahasiswaan, dan Riset Fakultas Pertanian secara resmi membuka acara dan menekankan pentingnya peran akademik dalam membentuk masa depan berkelanjutan. “Universitas Padjadjaran bangga menjadi tuan rumah dialog ini dan berkontribusi pada solusi regional dan global,” ujarnya. Selain itu beliau mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang menunjang dalam kelancaran kegiatan dari awal sampai akhir.

id_IDIndonesian