Para mahasiswa dari Universitas Padjadjaran menciptakan produk inovatif bernama “Freshair”, sebuah tonik perawatan rambut yang mengatasi masalah rambut rontok dan ketombe. Produk ini dibuat dari bahan-bahan alami dan limbah pertanian, yaitu dedak padi, daun pandan, dan daun mint. Tim pembuatnya terdiri dari Ayu Nafitsya Divaniani, Elsa Syafitri Suciani, dan Talitha Zahira Hendriadi dari Fakultas Pertanian, serta Salsabila Athaya dan Anindya Calista Nabila Putri dari Fakultas Farmasi. Inovasi ini dibimbing oleh dosen Vira Kusuma Dewi, M.Sc., Ph.D.

Freshair merupakan hasil implementasi dari Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K) yang mendapatkan dukungan pendanaan dari Kemendikbudristek RI. Produk ini memanfaatkan nanoteknologi untuk memastikan penyerapan yang optimal pada kulit kepala. Keunggulan lain dari Freshair adalah penggunaan botol long nozzle spray yang praktis dan kemasan sekunder berbahan ivory yang ramah lingkungan, sejalan dengan pergeseran minat pasar ke produk-produk yang berkelanjutan.
Inovasi ini memiliki korelasi yang kuat dengan beberapa Sustainable Development Goals (SDGs). Produk ini sejalan dengan SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab karena memanfaatkan limbah pertanian (dedak padi) sebagai bahan baku, mengurangi limbah, dan menggunakan kemasan ramah lingkungan. Selain itu, produk ini juga menawarkan solusi perawatan rambut yang aman dan alami, meningkatkan kesehatan masyarakat dan secara tidak langsung menjadi bentuk nyata sebagai kolaborasi lintas disiplin ilmu (pertanian dan farmasi) yang mendapat dukungan dari pemerintah berupa pendanaan di tahun 2024 ini merupakan kunci untuk menciptakan solusi inovatif dan berkelanjutan.


