Penulis: Nuraini Fitri Aribah
Jatinangor, 9 Juni 2026 — Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran kembali memperkuat jejaring akademik internasional melalui penyelenggaraan Visiting Lecture bersama Fakulti Perladangan dan Agroteknologi, Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Multimedia Fakultas Pertanian Unpad ini menghadirkan dua akademisi UiTM, yakni Dr. Mohammad Feizal Daud dan Assoc. Prof. Dr. Alawi Sulaiman, beserta beberapa mahasiswa UiTM.
Kegiatan Visiting Lecture merupakan bagian dari kolaborasi internasional yang telah terjalin antara Faperta Unpad dan UiTM Malaysia sejak tahun 2023. Selain mendukung pertukaran pengetahuan di bidang akademik, kolaborasi ini juga menjadi bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) berskala internasional yang berfokus pada pengembangan pangan fungsional bagi masyarakat.
Program tersebut dilatarbelakangi oleh kondisi petani yang mengalami kesulitan dalam membudidayakan padi akibat faktor lingkungan yang kurang mendukung, tingginya serangan hama dan penyakit, serta rendahnya nilai ekonomi komoditas padi dibandingkan tanaman lain. Sebagai alternatif, tim pengabdian memperkenalkan tanaman pangan fungsional berupa hanjeli dan padi hitam yang dinilai memiliki potensi ekonomi lebih tinggi sekaligus memberikan manfaat kesehatan bagi masyarakat.
Melalui program ini, petani mendapatkan pendampingan mengenai teknik budidaya, pengolahan hasil panen, hingga pengembangan produk pangan fungsional berbasis hanjeli dan padi hitam. Dengan adanya diversifikasi komoditas tersebut, diharapkan tingkat keberhasilan produksi pertanian dapat meningkat sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan petani.
Dalam kegiatan Visiting Lecture, Dr. Mohammad Feizal Daud menyampaikan materi berjudul “Current Developments, Challenges, and Innovations in Food Crop Production and Management in Malaysia: An Agronomy Perspective”. Materi tersebut memberikan gambaran mengenai perkembangan teknologi, tantangan, serta inovasi yang diterapkan dalam produksi dan manajemen tanaman pangan di Malaysia.
Sementara itu, Assoc. Prof. Dr. Alawi Sulaiman membawakan materi “Unlocking the Potential of Main Commodity Crops Agricultural Wastes: MAL-INDO Perspectives”, yang menyoroti pemanfaatan limbah pertanian sebagai sumber daya bernilai tambah. Dalam program pengabdian yang dijalankan, pemanfaatan limbah tanaman seperti brangkasan menjadi biochar juga diperkenalkan sebagai salah satu inovasi untuk mendukung sistem pertanian yang lebih berkelanjutan.
Menurut penyelenggara, topik yang diangkat dalam kegiatan ini dipilih untuk memberikan wawasan kepada mahasiswa mengenai perkembangan dan inovasi sektor pertanian di Malaysia. Informasi tersebut diharapkan dapat menjadi bahan pembanding dengan kondisi pertanian di Indonesia serta memunculkan ide-ide baru yang dapat diterapkan dalam pengembangan sektor pertanian nasional.
“Kami ingin memberikan gambaran kepada mahasiswa mengenai bagaimana perkembangan dan inovasi dalam produksi serta manajemen tanaman pangan di Malaysia. Harapannya, mahasiswa dapat membandingkan kondisi tersebut dengan yang ada di Indonesia dan memperoleh inspirasi untuk pengembangan pertanian ke depan,” ujar salah satu perwakilan tim kolaborasi, Dr. Fiky Yulianto Wicaksono, SP., MP.
Isu yang dibahas dalam kegiatan ini dinilai sangat relevan dengan tantangan global saat ini, terutama terkait perubahan iklim dan ancaman krisis pangan yang dihadapi berbagai negara. Menurutnya, kerja sama lintas negara menjadi penting untuk memperkaya perspektif dan menemukan solusi yang dapat diterapkan sesuai kondisi masing-masing wilayah.
“Saat ini dunia sedang menghadapi tantangan besar berupa perubahan iklim dan isu ketahanan pangan. Karena itu, pertukaran pengetahuan seperti ini menjadi sangat penting agar kita dapat saling belajar dan mengembangkan solusi yang relevan bagi sektor pertanian di masing-masing negara,” tambahnya.
Ke depan, kerja sama antara Fakulti Perladangan dan Agroteknologi UiTM Malaysia dengan Fakultas Pertanian Unpad tidak hanya akan berfokus pada bidang pengajaran dan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga diarahkan pada penguatan kolaborasi penelitian internasional.
“Kolaborasi pengajaran dan pengabdian kepada masyarakat sudah berjalan dengan baik. Selanjutnya, kami berharap dapat memperkuat kerja sama penelitian internasional melalui keterlibatan dosen kedua institusi dalam berbagai hibah riset bersama sehingga dapat meningkatkan kinerja akademik dan kontribusi ilmiah di tingkat global,” ungkapnya.
Melalui sinergi akademik dan pengabdian masyarakat lintas negara ini, Faperta Unpad dan UiTM Malaysia menunjukkan komitmen bersama dalam mendorong inovasi pertanian yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan produktivitas, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
Melalui sinergi akademik dan pengabdian masyarakat lintas negara ini, Fakultas Pertanian Unpad dan Fakulti Perladangan dan Agroteknologi UiTM Malaysia menunjukkan komitmen bersama dalam mendorong inovasi pertanian yang berkelanjutan, adaptif, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Kolaborasi ini sejalan dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 (Zero Hunger) melalui penguatan ketahanan pangan dan diversifikasi komoditas pertanian, SDG 12 (Responsible Consumption and Production) melalui pemanfaatan limbah pertanian menjadi produk bernilai tambah, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui penguatan kemitraan internasional dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Diharapkan, kerja sama yang telah terjalin dapat terus berkembang dan menghasilkan berbagai inovasi yang memberikan dampak nyata bagi kemajuan sektor pertanian, peningkatan kesejahteraan petani, serta mendukung terwujudnya sistem pangan yang lebih tangguh dan berkelanjutan di Indonesia maupun kawasan regional.



