Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran (Faperta Unpad) terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan visi Unpad sebagai institusi pendidikan yang Unggul, Inklusif, dan Berdampak. Komitmen ini tercermin melalui kegiatan pembelajaran kolaboratif internasional bersama dua universitas di Belgia, yaitu Universiteit Gent (UGent) dan Vrije Universiteit Brussel (VUB). Sebanyak 8 mahasiswa Magister Ilmu Tanah Faperta Unpad bergabung dengan 10 mahasiswa International Master Program: Sustainable Land Management (SULAMA) untuk mengikuti kajian lapangan dalam bentuk Integrated Project. Kegiatan ini dilaksanakan di lokasi bekas tambang batubara di Desa Kelubir, Kalimantan Utara, sebagai ruang belajar bersama berbasis tantangan nyata.
Program ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa lintas negara untuk mempelajari permasalahan lingkungan secara langsung melalui pendekatan ilmiah dan multidisipliner. Selama dua minggu, peserta melakukan observasi dan penilaian kondisi lahan pascatambang untuk memahami dinamika degradasi dan peluang pemulihan ekosistem. Kehadiran mahasiswa dari berbagai latar belakang akademik juga memperkaya diskusi, sekaligus memperkuat kemampuan analisis terhadap isu-isu keberlanjutan. Melalui pembelajaran berbasis lapangan ini, mahasiswa tidak hanya memperdalam kompetensi teknis, tetapi juga membangun kepekaan dalam melihat dampak sosial dan lingkungan dari aktivitas ekstraktif.
Lokasi pembelajaran menghadirkan tantangan lingkungan yang kompleks dan relevan dengan konteks pemulihan lahan pascatambang. Beberapa isu utama yang menjadi fokus kajian meliputi tanah sulfat masam, strategi reforestasi, sistem drainase lahan, kualitas air, serta keanekaragaman hayati tanah. Beragam isu tersebut menjadikan kawasan ini sebagai “laboratorium alam” untuk memahami proses rehabilitasi ekosistem secara berkelanjutan. Hasil kajian lapangan diharapkan dapat memperkuat perspektif mahasiswa dalam merancang rekomendasi pengelolaan lahan yang lebih adaptif dan berbasis sains.
Kegiatan yang berlangsung pada 1–13 Februari 2026 ini terlaksana berkat dukungan penuh dari PT Pesona Khatulistiwa Nusantara (PT PKN), termasuk Direktur Ir. Tria Suprajeni, M.M., Mine Closure Manager Ir. Eko Prasetio Indarto, serta seluruh tim yang terlibat. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa dibimbing oleh empat dosen, yaitu Dr. Ir. Rina Devnita, M.S., M.Sc. dan Shantosa Yudha Siswanto, S.P., M.Sc., Ph.D. dari Unpad, serta Stefaan Dondeyne, Ph.D. dan Prof. Ellen van de Vijver dari Belgia. Kolaborasi ini memperkuat transfer pengetahuan, memperluas perspektif akademik, dan meningkatkan pengalaman mahasiswa dalam pengelolaan lahan berkelanjutan.
Kegiatan kolaboratif lintas negara ini juga sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 15 (Life on Land/Ekosistem Daratan) melalui kajian pemulihan ekosistem pascatambang, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals/Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui penguatan kerja sama internasional antara perguruan tinggi dan industri. Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya mengasah kompetensi ilmiah dan keterampilan lapangan, tetapi juga memahami pentingnya kolaborasi dalam menjawab persoalan lingkungan secara nyata. Ke depan, model pembelajaran seperti ini diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai kontribusi akademik yang berdampak bagi pembangunan berkelanjutan.






