Kemajuan Proyek SATREPS: Riset Cabai dan Tomat Adaptif Iklim Tropis antara UNPAD dan University of Tsukuba

Jatinangor, Desember 2024 – Universitas Padjadjaran (UNPAD) dan University of Tsukuba, Jepang, melaporkan kemajuan signifikan dalam tahun pertama proyek Science and Technology Research Partnership for Sustainable Development (SATREPS) yang berfokus pada pengembangan cabai dan tomat yang adaptif terhadap iklim tropis.

Dalam kunjungan kerja pada 3–9 Desember 2024, delegasi University of Tsukuba yang terdiri dari Prof. Hiroshi Ezura, Prof. Naoya Fukuda, Prof. Miura, Dr. Seung Won Kang, Dr. Oscar, Dr. Ito, serta Dr. Ken Hoshikawa dari JIRCAS, menghadiri serangkaian agenda untuk memperkuat kolaborasi riset.

Kunjungan dimulai di Cibinong dengan pertemuan bersama Dr. Satya Nugraha dan tim rekayasa genetika tanaman BRIN. Diskusi berfokus pada implementasi teknologi genome editing dalam pemuliaan tanaman serta pembahasan perkembangan regulasi terbaru terkait teknologi rekayasa genetika di Indonesia. Delegasi kemudian melanjutkan perjalanan ke Green House BPSITS Lembang untuk meninjau penelitian populasi mutan cabai dan tomat bersama Kepala BPSITS, Dr. Noor Roufiq Ahmadi.

Di Jatinangor, para peneliti mengadakan pertemuan internal dengan tim SATREPS UNPAD untuk membahas kemajuan proyek, termasuk analisis genetik dan strategi implementasi hasil riset di lapangan. Tim juga mengunjungi laboratorium Fakultas Pertanian UNPAD untuk meninjau penelitian awal genome editing dan pengembangan populasi near-isogenic lines (NILs).

Puncak kegiatan adalah Joint Coordinating Committee (JCC) Meeting yang dihadiri delegasi dari JICA, JST, Kedutaan Besar Jepang, serta mitra lainnya. Forum ini membahas capaian proyek tahun pertama dan strategi untuk masa depan. Selain itu, tim SATREPS juga mengadakan pertemuan dengan Dekan Fakultas Pertanian dan Rektor UNPAD untuk memperkuat kerjasama kelembagaan antara kedua institusi.

Kunjungan diakhiri dengan peninjauan lokasi pembangunan Center of Advanced Breeding Technique (CAB-Tech), yang dirancang sebagai pusat unggulan riset pemuliaan tanaman modern. Proyek SATREPS juga melibatkan petani di wilayah Cianjur, Bandung, Garut, dan Ciamis, memastikan hasil riset dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Kolaborasi ini adalah langkah penting dalam pengembangan teknologi pertanian berkelanjutan,” ujar Mr. Ryo Hashimoto dari JICA. Dengan dukungan penuh dari berbagai pihak, UNPAD dan University of Tsukuba optimis menghasilkan inovasi riset yang berdampak luas untuk meningkatkan produktivitas dan ketahanan pangan di Indonesia.

Ditulis oleh Zulfa A dan Santika Sari | Foto oleh Elfara Khairunnisa dan Putri Fajar CR.

id_IDIndonesian