Jatinangor, 26 Mei 2026— Organisasi Mahasiswa IAAS LC Universitas Padjadjaran mencatatkan pencapaian baru dengan lolos pendanaan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Ini menjadi keikutsertaan pertama IAAS LC Unpad dalam program bergengsi tersebut, sekaligus menjadi bukti nyata kontribusi mahasiswa dalam pemberdayaan desa berbasis potensi lokal.

PPK Ormawa merupakan program pengabdian dan pemberdayaan masyarakat yang diinisiasi oleh organisasi kemahasiswaan di bawah pembinaan perguruan tinggi masing-masing. Program ini bertujuan memperkuat kapasitas ormawa melalui serangkaian proses pembinaan oleh perguruan tinggi yang diimplementasikan dalam kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat. Seluruh alokasi dana program nantinya diarahkan menjadi aset desa yang bermanfaat secara berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan seremonial.

Pada tahun ini, program yang dikelola Belmawa tersebut disusun ke dalam delapan topik utama yang bersifat integratif dari unsur pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan lingkungan, sehingga setiap ormawa pengusul diharapkan mampu merancang program yang relevan dengan potensi dan permasalahan nyata di lokasi sasarannya.

Awal Mula: Dari Village Concept Project Menuju PPK Ormawa

Keikutsertaan IAAS LC Unpad dalam PPK Ormawa bermula dari ajakan salah satu dosen pendamping di Unpad yang melihat potensi besar organisasi ini. IAAS dinilai memiliki keunggulan dari sisi keberagaman anggota lintas rumpun ilmu, ditunjang dengan program kerja yang sudah berjalan secara kontinu memberdayakan desa melalui kelompok wanita tani (KWT), yaitu Village Concept Project (VCP).

Tim PPK Ormawa berdiskusi persiapan program

Modal pengalaman inilah yang kemudian mendorong tim PPK Ormawa menyusun subproposal dan mengikuti rangkaian seleksi, mulai dari tahap internal Unpad hingga tahap nasional di Belmawa.

Desa Cipelah: Tantangan Longsor dan Potensi Pohon Aren

Tim yang dipimpin oleh Maritza Khansa, Mahasiswi semester 4 Fakultas Pertanian membawa isu Desa Konservasi dan Tangguh Bencana, dengan lokasi sasaran Desa Cipelah, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung. Pemilihan Desa Cipelah bukan tanpa alasan. Berdasarkan hasil diskusi tim dengan perangkat desa, kawasan ini kerap dilanda bencana longsor selama satu dekade terakhir, namun belum memiliki Standard Operating Procedure (SOP) kebencanaan maupun sistem peringatan dini yang terpadu.

Tim PPK Ormawa turut menemukan fakta menarik di lapangan bahwa sebagian besar warga, khususnya di Dusun 2, berprofesi sebagai petani aren. Setelah melakukan riset, tim PPK Ormawa menemukan bahwa pohon aren memiliki akar kuat dan daya simpan air yang tinggi sehingga berpotensi menjadi penahan lereng alami. Tidak hanya itu, batang aren tua yang sudah tidak produktif pun dapat dimanfaatkan sebagai bahan jembatan darurat, menjadikannya aset pemulihan cepat pascabencana.

 “Setiap hal yang kami tuangkan dalam proposal dan diadopsi menjadi program kerja merupakan hasil dari keresahan dan permasalahan yang ada di desa. PPK Ormawa berperan sebagai fasilitator desa, menjawab hal-hal yang dibutuhkan oleh desa untuk menunjang desa tangguh bencana,” ujar Maritza, Ketua pelaksana PPK Ormawa IAAS LC Unpad tahun ini.

Perjalanan Panjang Menuju Pendanaan

Proses yang dilalui tim sejak awal hingga dinyatakan lolos pendanaan berlangsung selama beberapa bulan, melalui rangkaian seleksi administratif maupun presentasi. Dimulai dari bulan Februari, tim pelaksana PPK Ormawa IAAS LC Unpad melakukan Survei awal ke Desa Cipelah untuk menganalisis masalah yang terjadi. Dilanjutkan pada bulan Maret dengan penyusunan subproposal dan kelengkapan administrasi. Lalu, di bulan April tim pelaksana melakukan seleksi internal skala Unpad yang dilanjutkan  juga dengan perbaikan proposal sesuai masukan untuk disubmit ke Belmawa. Pada 2 Mei 2026, Tim pelaksana PPK Ormawa IAAS LC Unpad mendapat pengumuman lolos seleksi administrasi nasional yang membuat mereka lanjut ke presentasi tahap nasional. Lalu, setelah dinyatakan lolos pendanaan di minggu ketiga Mei, tim pelaksana PPK Ormawa IAAS LC Unpad akan mulai melaksanakan program selama 4 bulan.

Maritza mengaku proses penyusunan proposal menjadi tantangan tersendiri, mengingat kesalahan kecil dalam pengisian dapat berakibat fatal pada status kelulusan. Ia dan tim memilih untuk aktif mencari informasi dari berbagai sumber, tidak hanya mengandalkan satu arahan saja, demi memastikan proposal disusun sesuai panduan.

Kepemimpinan yang Merangkul Keberagaman Tim

Maritza Khansa, Ketua Pelaksana PPK Ormawa IAAS LC Unpad

Sebagai ketua, Maritza menekankan pentingnya menyatukan visi anggota tim yang berasal dari berbagai latar belakang keilmuan. Pendekatan yang ia terapkan adalah secara konsisten mengingatkan kembali nilai dan dampak yang ingin dicapai program, sekaligus membuka ruang diskusi agar setiap anggota merasa memiliki peran nyata, bukan sekadar menjalankan tugas.

Kedepannya, Maritza berharap seluruh anggota tim tidak hanya memperoleh hard skill teknis pelaksanaan program, tetapi juga soft skill seperti komunikasi, empati, dan kemampuan pemberdayaan masyarakat, bekal yang diharapkan dapat direplikasi di desa-desa lain pada masa mendatang.

Komitmen untuk Belmawa dan Kampus

Atas kepercayaan yang diberikan, Maritza menegaskan komitmen timnya agar program ini benar-benar berdampak dan berkelanjutan bagi Desa Cipelah, sehingga dapat menjadi contoh bagi masyarakat sekitar bahwa potensi lokal desa dapat dioptimalkan untuk mencegah bencana sekaligus membangun sistem peringatan dini yang andal.

Adanya program PPK Ormawa dalam membangun Desa Konservasi dan Tangguh Bencana diharap bisa menjadi langkah awal Ormawa Unpad untuk terus berkembang dan berdaya kepada masyarakat. Tidak hanya dalam bidang konservasi desa tetapi membuka jalan ke bidang lain yang bermanfaat untuk sekitar.

*Keterangan:

Sumber berita wawancara sebagai tugas Mata Kuliah Penulisan Humas, Program Studi Hubungan Masyarakat, Fakultas Ilmu Komunikasi

Penulis : Aisyah Rosyidah (NPM: 210310250043)

id_IDIndonesian