Faperta Unpad Sambut Peserta dari Berbagai Negara melalui SAFARI 2026, Summer Program Bertema Ketahanan Pangan Berkelanjutan
Penulis: Syifa Djuita Putri
Jatinangor, 17 Juli 2026 – Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran bersama Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Fakultas Peternakan, serta Fakultas Teknologi Industri Pertanian menjadi tuan rumah Unpad International Summer Program: SAFARI 2026 (Sustainable Agriculture, Food, Aquaculture, Resource Integration). Program internasional yang didukung oleh LPDP Equity Funding FY 2025–2026 ini berlangsung pada 5–16 Juli 2026 dan menghadirkan pengalaman belajar lintas disiplin bagi mahasiswa, akademisi, peneliti, serta profesional muda dari berbagai negara.
Mengangkat tema Sustainable Agriculture, Food, Aquaculture, Resource Integration, SAFARI 2026 dirancang sebagai wadah pembelajaran yang menghubungkan berbagai sektor sistem pangan, mulai dari pertanian, peternakan, perikanan, akuakultur, teknologi pangan, hingga pengelolaan sumber daya alam. Program ini lahir dari kesadaran bahwa tantangan global seperti perubahan iklim, degradasi lingkungan, pertumbuhan populasi, dan meningkatnya kebutuhan pangan hanya dapat diatasi melalui pendekatan yang terintegrasi dan kolaboratif.
Selama sepuluh hari pelaksanaan, peserta tidak hanya memperoleh materi akademik di ruang kelas, tetapi juga mengikuti berbagai kegiatan berbasis pengalaman (experiential learning). Program ini memadukan kuliah pakar, praktikum laboratorium, kunjungan industri, observasi lapangan, pengabdian kepada masyarakat, hingga kegiatan budaya yang memberikan gambaran menyeluruh mengenai sistem pangan berkelanjutan di Indonesia.
Sebagai salah satu penyelenggara utama, Fakultas Pertanian Unpad memperkenalkan berbagai inovasi dan praktik pertanian berkelanjutan yang telah dikembangkan di lingkungan kampus maupun masyarakat. Peserta diajak mengamati secara langsung lanskap pertanian di kawasan Bandung Raya, sistem pertanian perkotaan (urban farming), hingga praktik pengelolaan sumber daya alam yang mendukung ketahanan pangan. Kegiatan lapangan kemudian dilanjutkan ke Pangandaran untuk mempelajari ekosistem pesisir, budidaya akuakultur, serta pendekatan pembangunan berbasis masyarakat yang mengintegrasikan sektor pertanian dan kelautan.
Selain memberikan pengalaman lapangan, SAFARI 2026 juga menghadirkan sejumlah pakar internasional dan nasional yang akan membahas isu-isu strategis dalam pembangunan sistem pangan masa depan. Topik yang diangkat meliputi fisiologi kualitas tanaman untuk produksi pangan berkelanjutan, penerapan Internet of Things (IoT) dan kecerdasan buatan/akal imitasi (AI) dalam pertanian modern, teknologi pangan, akuakultur berkelanjutan, perikanan ramah lingkungan, hingga sistem produksi susu dan nutrisi ternak yang mendukung keberlanjutan.
Program ini juga menekankan pentingnya pengembangan kompetensi global melalui interaksi lintas budaya. Peserta dari berbagai negara berkolaborasi dalam diskusi, presentasi, refleksi kelompok, dan kegiatan budaya yang memperkenalkan kekayaan tradisi Indonesia, khususnya budaya Sunda. Pada malam budaya (Cultural Night), setiap peserta juga menampilkan budaya dari negara asalnya sebagai bentuk pertukaran budaya dan penguatan jejaring internasional.
Melalui SAFARI 2026, Universitas Padjadjaran kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) melalui penguatan pendidikan, kolaborasi internasional, dan inovasi sistem pangan berkelanjutan. Dengan menghubungkan keilmuan pertanian, peternakan, perikanan, akuakultur, dan teknologi pangan, program ini berkontribusi pada SDG 2 (Zero Hunger), SDG 4 (Quality Education), SDG 13 (Climate Action), serta SDG 14 (Life Below Water) dan SDG 15 (Life on Land). Lebih dari sekadar program musim panas, SAFARI 2026 menjadi ruang lahirnya kolaborasi lintas negara untuk menyiapkan generasi pemimpin yang mampu menghadirkan solusi nyata bagi masa depan sistem pangan dunia.




