Faperta Unpad melalui kemitraan strategisnya dengan Pusat Pengembangan Pedesaan (SLE) Humboldt-Universität zu Berlin, Jerman, sukses memperluas jangkauan kerja sama dengan melibatkan Non Governmental Organization (NGO). Perjanjian yang bertujuan utama memperkuat Inovasi Pertanian Tangguh Iklim ini telah menjadi dasar implementasi Kegiatan Rural Youth Climate Action Movement (RYCAM), sebuah inisiatif yang didanai oleh International Climate Initiative (IKI).

“Kolaborasi ini adalah langkah strategis untuk membawa teknologi dan pengetahuan global ke petani-petani kita. Kami sangat antusias untuk bekerja dalam kerangka proyek ‘Rural Youth Climate Action Movement‘ (RYCAM), yang tidak hanya berfokus pada riset, tetapi juga memberdayakan pemuda pedesaan sebagai agen perubahan iklim. RYCAM secara konkret melibatkan Jaringan Masyarakat Tani Indonesia (JAMTANI) dan Motivator Pembangunan Masyarakat Toraja (MPM) sebagai mitra utama di lapangan. Kolaborasi unik antara akademisi (FAPERTA UNPAD-HU Berlin) dan NGO (JAMTANI-MPM) ini juga bertujuan untuk meningkatkan kapasitas petani muda di pedesaan, khususnya Jawa Barat, melalui kegiatan seperti pertukaran peneliti dan dosen.”, ungkap salah satu panitia. Hasil nyata dari kemitraan ini adalah penyelenggaraan Kompetisi Young Cool Farmer Challenge (YCFC)
yang berhasil menarik 170 petani muda dari seluruh Indonesia, berfokus pada pengembangan ide pertanian rendah emisi, agropreneurship hijau, dan ekonomi sirkular. Pengumuman pemenang, yang dilakukan di Universitas Hasanuddin, Makassar, menunjukkan bahwa dua belas kelompok tani muda terbaik, seperti Farmtastic Club dan Eco Farm Lestari, telah merumuskan ide berkelanjutan yang memiliki dampak nyata pada ketahanan pangan. *gg
Kustiwa Adinata dari JAMTANI menegaskan bahwa, “YCFC, yang didukung oleh kerja sama internasional ini, berfungsi sebagai pemicu bagi petani muda untuk berperan aktif sebagai wirausahawan sektor pertanian rendah emisi”.
Komitmen bersama ini tidak hanya mendukung implementasi proyek di lapangan tetapi juga memperkuat Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin 13 yaitu Penanganan Perubahan Iklim, dengan menjadikan JAMTANI sebagai garda terdepan dalam meningkatkan kapasitas adaptif masyarakat di tengah tantangan iklim global.



