
Kuliah tamu yang diberikan pada mata kuliah Manajemen Agribisnis ini dengan narasumber Zhanar Karymsakova, dosen dari Kazakh National Agrarian University, Kazahkstan. Republik Kazakhstan merdeka pada tanggal 16 Desember 1991. Kazakhstan terletak di Asia Tengah dan Eropa Timur, dengan luas wilayah 272,5 juta hektar. Kazakhstan terletak di pusat Eurasia, berbatasan dengan Rusia di utara dan barat, Tiongkok di timur, Kirgistan, Uzbekistan dan Turkmenistan di selatan. Kazakhstan mempunyai populasi penduduk sekitar 20,3 juta orang dengan proporsi 51,1% wanita dan 49% pria, yang bermukim sebanyak 37% di daerah perdesaan dan 63% di perkotaan. Lanah pertanian di Kazakhstan sebesar 116,4 juta hektar pada data tahun 2023. Tanaman pertanian utama Kazakhstan yaitu tanaman biji-bijian, bit gula, tanaman biji minyak, kentang, beras, sayuran, kapas, tanaman tahunan, tembakau, serta tanaman hijauan. Kazakhstan mengalami penurunan produksi beras disebabkan terjadi kelangkaan air irigasi, meningkatnya biaya produksi, penurunan hasil dan kualitas gabah, dan adanya kebijakan negara untuk diversifikasi tanaman. Kazakhstan mendapatkan dukungan dari pemerintah untuk pengembangan industri gula, seperti peningkatan subsidi untuk volume bahan baku yang dijual untuk pengolahan, pemberian subsidi investasi untuk pembelian alat panen, penanam benih, dan pemotong bit gula, memperpanjang pembebasan PPN 70% bagi produsen gula, membebaskan PPN impor tebu mentah, dan juga memberikan pinjaman kepada produsen gula. Selain hasil pertanian, kontribusi juga dihasilkan dari peternakan dan produk hewani populasi ternak melalui peningkatan jumlah produksi daging sapi, susu sapi dan telur ayam. Selain itu juga berkontribusi dalam ekspor potensial seperti daging sapi, domba, dan telur. Beberapa upaya Pemerintah Kazakhstan untuk memberikan dukungan dalam pembangunan pertanian di Kazakhstan, yang meliputi pemberian subsidi suku bunga pinjaman dan sewa guna usaha, subsidi biaya produksi, dan subsidi investasi untuk mendorong pembangunan pertanian, pemberian alokasi lahan dan penyewaan mesin dan peralatan pertanian dalam peningkatan kapasitas produksi dan akses terhadap sumber daya, pengembangan infrastruktur pertanian dan pendirian pusat logistik, menyediakan layanan konsultasi dan pendidikan kepada produsen pertanian, bersama dengan dukungan untuk sertifikasi dan standardisasi produk berdasarkan persyaratan mutu internasional, dan juga menyediakan akses terhadap informasi pertanian dan mengembangkan platform elektronik


