Pemilihan Putra Putri Pertanian merupakan salah satu ajang internal di Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran yang menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi, kepercayaan diri, serta kemampuan representasi diri. Pada penyelenggaraan tahun 2026, Muhammad Fadlly A. Rachman, mahasiswa Program Studi Agroteknologi angkatan 2025, berhasil meraih gelar Runner Up Putra Pertanian 2026. Pencapaian tersebut tidak hadir secara instan, melainkan melalui proses pembelajaran, pengembangan diri, serta keberanian untuk mencoba hal-hal baru.
Perjalanan Fadlly dalam Putra Putri Pertanian 2026 berawal dari rasa penasaran sebagai mahasiswa serta keinginannya untuk berkembang di lingkungan yang baru. Semangat di dalam dirinya telah bertumbuh sejak duduk di bangku SMA melalui berbagai organisasi. Fadlly berhasil mengukir prestasi di SMA, beberapa diantaranya adalah menjadi Duta Anti Narkoba Sukabumi, Duta Keselamatan Lalu Lintas tingkat SMA/sederajat Kota Sukabumi hingga menduduki posisi Ketua MPK (Majelis Perwakilan Kelas). Berbekal pengalaman tersebut, ia melihat ajang Putra Putri Pertanian 2026 sebagai kesempatan untuk bertumbuh dan memberikan kontribusi positif.
“Dorongan yang hadir dalam diri saya adalah masih banyaknya rasa penasaran dan juga keinginan untuk bisa mengembangkan potensi di lingkungan yang baru dan asing bagi saya. Saya yakin semua hal yang saya coba jalani akan menimbulkan dampak atau perubahan di masa yang akan datang, bukan hanya untuk diri saya, tetapi juga untuk Fakultas Pertanian,” tuturnya.
Mengembangkan Potensi Melalui Setiap Rangkaian Kompetisi
Setelah memasuki dunia perkuliahan di Universitas Padjadjaran, Fadlly terus berusaha mengasah dan memperkuat potensi yang ia miliki. Peluang tersebut ia temukan melalui acara Putra Putri Pertanian 2026. Dalam setiap acara yang diikuti, ia selalu berusaha mempersiapkan diri dengan baik agar bisa menampilkan kemampuan terbaiknya.
Pada saat wawancara, ia menyiapkan pemikiran dan pengetahuan agar bisa menjawab pertanyaan para penilai dengan baik. Pada saat Speech Day, ia menyusun visi, misi, dan berbagai gagasan yang ingin dibawakan untuk Fakultas Pertanian. Sementara itu, selama masa karantina action dan karantina presentasi, ia terus berusaha memanfaatkan setiap kesempatan untuk meningkatkan pengetahuan dan memperoleh ilmu baru dari berbagai materi yang disampaikan.
Selain itu, ia juga terbiasa melakukan grooming sebagai cara untuk menjaga sikap dan penampilan yang baik. Fadlly juga memberikan perhatian khusus pada rangkaian Unjuk Kabisa. Semua hal seperti konsep penampilan, dialog, suara, peralatan, serta kebutuhan teknis lainnya sudah dipersiapkan dengan rapi dan matang agar pertunjukan bisa berjalan lancar.
Di balik seluruh rangkaian yang telah dijalani, ia mengaku tantangan terbesar yang dihadapinya adalah proses menyesuaikan diri dengan standar sikap dan etika dalam dunia pageant. Ia berupaya memperbaiki berbagai kebiasaan yang dinilai kurang sesuai serta membiasakan diri dengan sikap yang lebih representatif. Meski membutuhkan proses, Fadlly merasa semakin nyaman dengan perubahan yang dilakukan tanpa harus kehilangan karakter dan jati dirinya.
Pelajaran Berharga di Balik Gelar Runner Up
Setelah dinobatkan sebagai Runner Up Putra Pertanian 2026, Fadlly mengaku merasa lega sekaligus bersyukur. Baginya, pencapaian tersebut merupakan hasil dari seluruh proses yang telah dijalani selama lebih dari satu bulan. Meskipun harus mengikuti berbagai rangkaian kegiatan yang cukup padat dan melelahkan, ia justru memperoleh banyak pengalaman dan pelajaran berharga yang bermanfaat bagi pengembangan dirinya.
Lebih dari sekadar gelar, ajang Putra Putri Pertanian 2026 memberinya pemahaman baru mengenai arti dukungan, kebersamaan, dan tanggung jawab sebagai representasi. Fadlly menyadari bahwa menjadi representasi bukanlah hal yang mudah karena membutuhkan kesiapan untuk menghadapi berbagai tantangan serta kemampuan untuk terus berkembang dalam setiap proses yang dijalani.
“Saya merasa sangat lega karena selama satu bulan lebih harus mengikuti banyak kegiatan yang cukup melelahkan. Namun saya senang karena dari situ ada banyak pelajaran yang pada akhirnya berguna untuk diri saya. Saya juga tidak menyangka bisa melaju hingga menjadi runner up karena sebelumnya saya tidak mendorong diri untuk harus mendapatkan gelar tertentu. Saya belajar bagaimana arti sesungguhnya dari keluarga, sahabat, dan seseorang yang selalu membantu diri saya. Saya juga belajar bahwa untuk menjadi representasi itu bukan suatu hal yang mudah karena banyak sekali rintangan yang harus dihadapi. Namun saya percaya semua itu akan kembali kepada diri saya dengan suatu hal yang bermanfaat dan positif,” tuturnya.
Di akhir wawancara, Fadlly menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung perjalanannya, mulai dari sahabat, Liaison Officer (LO), panitia, hingga rekan-rekan Putra Putri Pertanian 2026. Ia berharap pengalaman yang diperolehnya dapat menjadi bekal untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran.

*Keterangan:
Sumber berita wawancara sebagai tugas Mata Kuliah Penulisan Humas, Program Studi Hubungan Masyarakat, Fakultas Ilmu Komunikasi
Penulis : Divya Jane Kurian