Penulis: Nuraini Fitri Aribah 

Jatinangor, 17 Juni 2026 — Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran terus mendorong pengembangan jiwa kewirausahaan mahasiswa melalui berbagai program berbasis praktik. Salah satunya diwujudkan melalui Gerai Buah dan Sayur Bale Tatanen, unit usaha yang menjadi sarana pemasaran produk pertanian sekaligus ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengenal pengelolaan bisnis secara langsung.

Gerai Buah dan Sayur Bale Tatanen beroperasi setiap Rabu dan Kamis pukul 09.00–15.00 WIB di kawasan Kebun Bale Tatanen, Fakultas Pertanian Unpad. Kehadiran gerai ini diharapkan tidak hanya memperkenalkan hasil pertanian yang dimiliki fakultas kepada masyarakat, tetapi juga menghidupkan aktivitas Bale Tatanen sebagai salah satu pusat pembelajaran dan pengembangan pertanian di lingkungan kampus. Dalam operasionalnya, Gerai Buah dan Sayur Bale Tatanen melibatkan sejumlah mahasiswa, baik yang berada di bawah bimbingan pengelola maupun mahasiswa lain yang tertarik mempelajari pengelolaan usaha pertanian.

Nadia, mahasiswa Fakultas Pertanian Unpad yang terlibat dalam pengelolaan dan pemasaran Gerai Buah dan Sayur Bale Tatanen, menjelaskan bahwa program tersebut berawal dari keinginan untuk memperkenalkan Bale Tatanen kepada masyarakat yang lebih luas sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas yang dimiliki fakultas.

“Selama ini Baltan belum banyak memiliki kegiatan selain aktivitas penjualan. Karena itu, kami ingin membuat Baltan lebih hidup dan memperkenalkan bahwa Faperta memiliki Bale Tatanen yang dapat menghasilkan produk pertanian yang bisa dinikmati masyarakat,” ujar Nadia.

Selain menjadi sarana promosi produk pertanian, Gerai Buah dan Sayur Bale Tatanen juga diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap pemasukan unit usaha fakultas. Di sisi lain, keberadaan gerai ini menjadi media pembelajaran yang memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa mengenai pengelolaan usaha agribisnis, mulai dari perencanaan usaha hingga strategi pemasaran. Dalam operasionalnya, gerai ini melibatkan sejumlah mahasiswa yang tertarik mempelajari pengelolaan bisnis pertanian. Mahasiswa dibimbing untuk memahami berbagai aspek usaha, termasuk perhitungan harga pokok penjualan, penentuan harga produk, hingga teknik pemasaran yang efektif. 

“Mahasiswa diajarkan bagaimana menghitung harga pokok penjualan, menentukan harga jual, hingga memahami proses pemasaran produk. Jadi tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik langsung di lapangan,” jelasnya. 

Produk yang dipasarkan di Gerai Buah dan Sayur Bale Tatanen terdiri atas berbagai buah dan sayuran yang berasal dari hasil budidaya Fakultas Pertanian Unpad maupun dari mitra eksternal. Keberagaman produk tersebut menjadi salah satu strategi untuk memenuhi kebutuhan konsumen sekaligus menjaga ketersediaan pasokan. Beberapa komoditas berasal dari lahan pertanian yang dikelola Fakultas Pertanian, sementara sebagian lainnya diperoleh dari pihak eksternal guna memastikan ketersediaan dan variasi produk yang ditawarkan. 

Menurut Nadia, kualitas produk menjadi pertimbangan utama dalam proses pengadaan. Tim pengelola terlebih dahulu melakukan perhitungan biaya dan menyesuaikannya dengan kondisi pasar agar produk yang ditawarkan tetap kompetitif tanpa mengesampingkan mutu. Kualitas produk tetap menjadi pertimbangan utama dalam menentukan pilihan komoditas yang dipasarkan.

“Kami berusaha menjaga keseimbangan antara harga dan kualitas. Ada beberapa produk yang memang memiliki harga lebih tinggi, tetapi kualitasnya juga lebih baik sehingga tetap diminati konsumen,” katanya.

Selain menjual produk hasil panen, Gerai Buah dan Sayur Bale Tatanen juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan hasil budidaya pertanian yang dilakukan di lingkungan fakultas. Beberapa komoditas seperti cabai dan sayuran lainnya merupakan hasil penanaman yang dilakukan di lahan pertanian fakultas sebelum akhirnya dipasarkan kepada konsumen.

Ke depan, pengelola berharap Gerai Buah dan Sayur Bale Tatanen dapat semakin dikenal, baik di lingkungan Universitas Padjadjaran maupun masyarakat umum. Dukungan dari sivitas akademika Fakultas Pertanian juga diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan program tersebut sebagai sarana edukasi, kewirausahaan, sekaligus promosi hasil pertanian.

“Harapannya, gerai ini bisa semakin berkembang dan mendapat dukungan dari berbagai pihak. Kami ingin tempat ini menjadi wadah belajar bagi mahasiswa sekaligus menjadi salah satu etalase produk pertanian yang dimiliki Fakultas Pertanian Unpad,” tutupnya.

Melalui pengembangan Gerai Buah dan Sayur Bale Tatanen, Fakultas Pertanian Unpad tidak hanya mendorong pemasaran produk pertanian lokal, tetapi juga membangun ekosistem pembelajaran berbasis praktik yang memperkuat kompetensi mahasiswa di bidang agribisnis dan kewirausahaan. Program ini diharapkan mampu melahirkan lulusan yang memiliki kompetensi kewirausahaan, memahami rantai bisnis pertanian, serta siap berkontribusi dalam pengembangan sektor pertanian yang lebih inovatif dan berkelanjutan. Inisiatif tersebut sejalan dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui pembelajaran berbasis praktik, SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) melalui penguatan jiwa kewirausahaan mahasiswa, serta SDG 12 (Responsible Consumption and Production) melalui promosi produk pertanian lokal dan pengembangan sistem produksi yang berkelanjutan.

id_IDIndonesian