Jatinangor, 15 April 2026 – Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran (Faperta Unpad) menyelenggarakan kuliah tamu internasional bertajuk “Sustainable Agricultural Development” sebagai tindak lanjut dari diskusi strategis sebelumnya. Kegiatan ini diinisiasi oleh Program Studi Agribisnis sebagai bagian dari upaya menghadirkan perspektif global dalam pendidikan tinggi pertanian. Acara dilaksanakan secara hybrid di Bale Rucita, Kampus Jatinangor, dengan melibatkan mahasiswa dan dosen lintas jenjang. Inisiatif ini bertujuan memperkuat kapasitas akademik dalam menjawab tantangan kedaulatan pangan di masa depan.

Kuliah tamu ini mengusung tema besar “Innovating Sustainably: Feeding the World for Generations to Come”. Narasumber yang dihadirkan adalah Prof. Dr. Johannes Sauer dan Pietro Sala dari Chair Group of Agricultural Production and Resource Economics, Technical University of Munich (TUM), Jerman. Kehadiran kedua pakar tersebut mencerminkan komitmen institusi dalam menjembatani teori akademik dengan praktik global. Kegiatan ini juga dirancang untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa, khususnya pada jenjang Sarjana dan Magister, terkait keseimbangan antara produktivitas pertanian dan keberlanjutan ekosistem.

Diskusi dipandu oleh Dr. Sara Ratna Qanti sebagai moderator dan berlangsung interaktif dengan partisipasi aktif peserta. Materi yang disampaikan menyoroti adaptasi sistem ekonomi terhadap inovasi digital serta pengelolaan sumber daya alam yang semakin terbatas. Prof. Dr. Johannes Sauer memaparkan strategi efisiensi produksi dan kebijakan ekonomi sumber daya pada skala makro. Sementara itu, Pietro Sala menjelaskan inovasi teknis terkini serta hasil riset lapangan yang berkembang di Eropa. Sinergi ini diharapkan dapat menjadi katalis dalam mendorong inovasi sektor pertanian nasional.

Secara lebih mendalam, Prof. Sauer menekankan pentingnya pendekatan berbasis data dalam pengambilan keputusan di sektor pertanian, termasuk penggunaan model ekonomi untuk memprediksi dampak kebijakan terhadap produktivitas dan keberlanjutan. Ia juga menggarisbawahi peran efisiensi alokasi sumber daya dalam menghadapi keterbatasan lahan dan perubahan iklim global. Di sisi lain, Pietro Sala memaparkan perkembangan teknologi pertanian presisi, seperti sensor digital dan sistem monitoring berbasis IoT, yang mampu meningkatkan akurasi dalam pengelolaan tanaman. Selain itu, ia menyoroti pentingnya integrasi antara inovasi teknologi dan praktik agronomi lokal agar solusi yang dihasilkan tetap kontekstual dan aplikatif.Kegiatan kolaboratif antara Unpad dan TUM ini juga berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Pembahasan mengenai produksi berkelanjutan mendukung SDG 2 (Tanpa Kelaparan) melalui upaya peningkatan hasil pertanian yang efisien dan ramah lingkungan. Selain itu, keterlibatan mahasiswa dalam pembelajaran internasional mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dengan meningkatkan akses terhadap pengetahuan global. Topik adaptasi terhadap perubahan iklim turut memperkuat SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui pengembangan sistem pertanian yang resilien. Secara keseluruhan, kegiatan ini mencerminkan peran aktif Faperta Unpad dalam mendorong transformasi pertanian yang berkelanjutan dan berdaya saing global.

id_IDIndonesian