Penulis: Syifa Djuita Putri
Jatinangor, 25 April 2026 – Program Studi Doktor Ilmu Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran menyelenggarakan Webinar Seri-31 secara daring melalui Zoom Meeting pada Sabtu, 25 April 2026. Webinar ini mengusung tema “Sinergi Perlindungan Tanaman: Mengatasi Dampak Cekaman Biotik dan Abiotik demi Stabilitas Pangan.” Kegiatan tersebut menjadi ruang diskusi strategis untuk menjawab tantangan sektor pertanian, khususnya dalam perlindungan tanaman di tengah perubahan lingkungan global.
Kegiatan dibuka oleh Dr. Eliana Wulandari, S.P., M.M., selaku Ketua Program Studi Doktor Ilmu Pertanian. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya pengembangan keterampilan, wawasan, serta kesiapan karier bagi mahasiswa dan praktisi pertanian. Ia juga menyampaikan bahwa tema webinar kali ini memiliki relevansi tinggi terhadap upaya menjaga kedaulatan pangan nasional. “Forum seperti ini diharapkan dapat menjadi ruang bertukar gagasan, memperkaya perspektif, dan mempertajam pemahaman kita terhadap tantangan pertanian masa kini,” ujarnya. Adapun kegiatan ini dipandu oleh Eva Aprilia S.Agr., M.Agr, dan Adam Robisalmi, S.Pi., M.Si., sebagai moderator. Moderator dalam pengantarnya menyoroti bahwa konsep-konsep klasik dalam perlindungan tanaman tetap penting, namun perlu dikaji ulang agar sesuai dengan tantangan baru yang semakin kompleks.
Webinar ini menghadirkan Prof. Ir. Tarkus Suganda, M.Sc., Ph.D., sebagai keynote speaker sekaligus Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran. Dalam paparannya, Prof. Tarkus mengangkat pentingnya perubahan paradigma dalam perlindungan tanaman. Menurutnya, pendekatan lama yang selama ini berfokus pada konsep segitiga penyakit dan bersifat reaktif perlu mulai ditinjau kembali. Ia menekankan perlunya pergeseran menuju pendekatan yang lebih proaktif, yakni melalui pencegahan dini, penguatan sistem kesehatan tanaman, serta strategi adaptif terhadap perubahan iklim dan lingkungan. “Perlindungan tanaman saat ini tidak cukup hanya merespons serangan setelah terjadi, tetapi harus dibangun melalui sistem yang mampu mencegah dan mengantisipasi sejak awal,” jelasnya.

Selain keynote speaker yang luar biasa, webinar ini juga menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai institusi yang memberikan perspektif beragam, diantaranya Satriyo Restu Adhi, S.P., M.P. dari Universitas Singaperbangsa Karawang yang membahas dinamika evolusi patogen tanaman, respons terhadap cekaman kimiawi, serta strategi pengendalian berkelanjutan; kemudian Aditya Murtilaksono, S.Si., M.P. dari Universitas Borneo Tarakan yang memaparkan dinamika persistensi herbisida pada tanaman hortikultura di tengah perubahan iklim; selanjutnya Lusiana, S.P., M.P. dari Universitas Subang yang menjelaskan inovasi teknologi rekayasa dalam memperkuat sistem pertahanan tanaman terhadap cekaman biotik dan abiotik; serta ditutup oleh Meivie Tivalli, S.Si., M.Agr. dari Universitas Padjadjaran yang mengulas strategi budidaya cabai dalam menghadapi krisis air dan cekaman lingkungan.
Melalui penyelenggaraan Webinar Seri-31 ini, Program Studi Doktor Ilmu Pertanian Faperta Unpad menegaskan komitmennya dalam menghadirkan forum akademik yang relevan, kolaboratif, dan solutif. Inisiatif ini sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 (Zero Hunger), SDG 4 (Quality Education), SDG 13 (Climate Action), dan SDG 17 (Partnerships for the Goals). Upaya tersebut diwujudkan melalui penguatan pendidikan, riset, inovasi, serta kolaborasi lintas institusi untuk mendukung ketahanan pangan nasional dan global.