Disunting oleh: Syifa Djuita Putri
Jatinangor, 18 April 2026 – Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran (Faperta Unpad) terus memperkuat peran strategisnya sebagai institusi akademik berdaya saing global melalui pengembangan kolaborasi internasional. Pada 6–10 April 2026, Dekan Faperta Unpad, Dr. Ahmad Choibar Tridakusumah, bersama Prof. Reginawanti Hindersah melakukan kunjungan ke Jepang. Kunjungan ini bertujuan untuk memperluas jejaring, memperkuat kerja sama riset, serta membuka peluang hilirisasi inovasi pertanian. Fokus utama diarahkan pada kemitraan dengan institusi akademik dan sektor industri pertanian di Jepang.
Rangkaian kegiatan kunjungan ini mencakup diskusi akademik, pertemuan dengan mitra industri, serta observasi langsung ke fasilitas produksi pertanian berteknologi tinggi. Agenda tersebut dirancang untuk menjawab tantangan global di sektor pertanian melalui pendekatan kolaboratif berbasis inovasi. Selain itu, kunjungan ini juga menjadi langkah konkret dalam membangun sinergi antara pendidikan, penelitian, dan kebutuhan industri. Dengan pendekatan ini, Faperta Unpad berupaya memperkuat kontribusi nyata dalam pengembangan sistem pertanian berkelanjutan. Kegiatan ini sekaligus mempertegas komitmen institusi dalam mendorong internasionalisasi.
Penguatan Kolaborasi dengan Tokai University dan Industri Stroberi Jepang

Kegiatan pada 6–7 April 2026 difokuskan pada penguatan kerja sama dengan Tokai University Kyushu (TUK) serta mitra industri pertanian Jepang. Salah satu capaian strategis adalah kesepakatan penyelenggaraan 20th Asian Agricultural Symposium (AAS) yang akan dilaksanakan di Faperta Unpad pada 11 November 2026. Keputusan ini ditetapkan oleh Presiden Tokai University, Prof. Hitoshi Kinouchi, sebagai bentuk pengakuan terhadap kemitraan akademik yang telah terjalin. Kegiatan ini juga melibatkan diskusi dengan pelaku industri, termasuk Japan Premium Vegetable (Kenji Endo), manajemen Kinouchi Farm, serta investor Indonesia di Jepang. Kolaborasi ini memperkuat integrasi antara akademisi dan industri dalam pengembangan agribisnis modern.
Pertemuan tersebut membuka peluang hilirisasi riset stroberi di Jatinangor melalui kerja sama dengan sektor industri, termasuk perusahaan pertanian swasta Indonesia seperti PT Gantani Alam Nusantara. Diskusi menekankan pentingnya pengembangan varietas unggul dan sistem produksi berbasis teknologi untuk meningkatkan daya saing produk. Pendekatan ini tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga pada penciptaan nilai tambah komoditas. Selain itu, kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem agribisnis yang berkelanjutan. Hal ini menjadi langkah strategis dalam menjawab kebutuhan pasar global.

Kunjungan lapangan ke sentra produksi stroberi premium di Kinouchi Farm (Minamiaso, Kumamoto) dan Hananoumi (Sanyoonoda, Yamaguchi) memberikan wawasan praktis mengenai sistem produksi modern. Observasi menunjukkan bahwa teknologi tinggi dalam budidaya dan manajemen pascapanen mampu meningkatkan kualitas dan konsistensi produk. Model ini dinilai memiliki potensi besar untuk diadaptasi di Indonesia dengan penyesuaian kondisi lokal. Selain itu, integrasi antara teknologi dan manajemen agribisnis menjadi faktor kunci keberhasilan sistem tersebut. Secara keseluruhan, pengalaman ini memperkaya perspektif dalam pengembangan pertanian berbasis inovasi.
Penjajakan Kerja Sama Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran dengan Fakultas Pertanian Kyushu University, Fukuoka, Jepang

Rangkaian kegiatan dilanjutkan pada 10 April 2026 melalui penjajakan kerja sama dengan Fakultas Pertanian Kyushu University di Fukuoka, Jepang. Dalam pertemuan ini, Dekan Faperta Unpad memaparkan profil institusi, capaian riset unggulan, serta pengembangan kajian sosial ekonomi pertanian. Diskusi akademik diperdalam oleh Prof. Reginawanti Hindersah yang menyoroti inovasi budidaya stroberi berbasis greenhouse. Fokus pembahasan mencakup pengendalian lingkungan tumbuh serta pemanfaatan pupuk hayati sebagai fondasi pertanian berkelanjutan. Pertemuan ini menunjukkan keselarasan visi dalam pengembangan pertanian modern yang berbasis teknologi.
Kunjungan ke fasilitas greenhouse penelitian memperlihatkan penerapan sistem otonom dalam pengelolaan lingkungan tanaman. Sistem ini menjadi salah satu keunggulan Kyushu University dalam pengembangan pertanian presisi. Pertemuan dikoordinasikan oleh Prof. Yukiyoshi Iwata bersama tim peneliti lintas disiplin, termasuk bidang mikrobiologi, ekofisiologi, dan pengembangan pedesaan. Diskusi menghasilkan komitmen bersama untuk membangun kolaborasi dalam bidang pengajaran dan penelitian. Sebagai tindak lanjut, Faperta Unpad akan menyusun rencana kerja sama jangka pendek guna menginisiasi program kolaboratif.
Sebagai institusi global, Kyushu University memiliki jaringan internasional yang luas dengan proporsi mahasiswa asing yang signifikan serta dukungan kantor cabang di berbagai negara. Kemitraan ini membuka akses terhadap riset mutakhir, pertukaran keahlian, serta pemanfaatan fasilitas berteknologi tinggi. Selain itu, kerja sama ini memperluas jejaring Faperta Unpad di wilayah Kyushu, melengkapi kolaborasi yang telah terjalin sebelumnya dengan Tokai University sejak 2018. Secara keseluruhan, rangkaian kegiatan ini mencerminkan langkah progresif dalam menjawab tantangan global sektor pertanian. Kolaborasi ini juga berkontribusi terhadap pencapaian SDGs, khususnya tujuan 2 (Zero Hunger), tujuan 9 (Industry, Innovation and Infrastructure), dan tujuan 17 (Partnerships for the Goals).