Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran (Faperta Unpad) menerima kunjungan delegasi Gyeongsang National University (GNU), Korea Selatan, bersama IPB University, dalam rangka penjajakan konsorsium pendidikan pertanian cerdas di Jawa Barat. Kunjungan ini merupakan bagian dari program Leading University Project for International Cooperation (LUPIC) yang mendorong kolaborasi internasional di bidang pendidikan dan riset pertanian. Sebelumnya, GNU telah bekerja sama dengan IPB University dalam pendirian Program Studi S1 Smart Agriculture yang didukung oleh Kementerian Pendidikan Korea Selatan. Kehadiran delegasi di Faperta Unpad menjadi langkah awal untuk memperluas jejaring kerja sama dan memperkuat sinergi antar perguruan tinggi dalam pengembangan pendidikan pertanian masa depan.
Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau kesiapan dan peluang implementasi pendidikan pertanian cerdas di sejumlah universitas unggulan di Jawa Barat. Fakultas Pertanian Unpad dinilai memiliki kapasitas akademik yang kuat, jaringan internasional yang luas, serta komitmen terhadap pengembangan pertanian tropis berkelanjutan. Delegasi GNU diwakili oleh Yoomin Kim selaku Liaison Officer GNU, didampingi Dr. Bambang Tri Sasongko dan tim IPB University. Dalam pertemuan tersebut, Faperta Unpad menyampaikan respons positif terhadap rencana pembentukan konsorsium dan melihat peluang integrasi konsep smart agriculture melalui pengembangan International Undergraduate Program (IUP) yang direncanakan dibuka pada 2027.
Melalui skema IUP, konsep pertanian cerdas dapat diimplementasikan secara bertahap tanpa harus segera membentuk program studi baru. Pendekatan ini dinilai lebih adaptif dan realistis, sekaligus membuka ruang kolaborasi lintas departemen serta memperkuat daya saing internasional fakultas. Integrasi kurikulum, pertukaran mahasiswa, serta riset kolaboratif menjadi beberapa peluang yang dapat dikembangkan dalam konsorsium ini. Dengan demikian, Faperta Unpad dapat berperan aktif dalam membangun ekosistem pendidikan pertanian yang inovatif dan berorientasi global.
Rangkaian kunjungan juga diisi dengan peninjauan lapangan ke beberapa unit pengembangan pertanian Unpad. Di Bale Tatanen, delegasi memperoleh pemaparan oleh Prof. Dr. Reginawanti mengenai model budidaya stroberi di Ichigo Greenhouse yang mengintegrasikan teknologi Jepang untuk mengembangkan stroberi introduksi dan varietas lokal di wilayah tropis. Delegasi juga mengunjungi pusat riset ubi jalar Padjadjaran Center for Sweet Potato Research and Innovation Excellence (PRAISE) untuk melihat langsung kebun plasma nutfah dan program pemuliaan varietas unggul ubi jalar yang didampingi oleh Arif Affan Wicaksono, M.Agr. Kunjungan ini menunjukkan komitmen Unpad dalam mengembangkan pertanian tropis adaptif berbasis riset terapan dan inovasi teknologi. Fakultas Pertanian Unpad memandang pengembangan pertanian cerdas sebagai bagian dari kontribusi nyata terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Inisiatif ini sejalan dengan SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan pendidikan pertanian berbasis inovasi, SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure) melalui pengembangan teknologi pertanian cerdas, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi internasional antara perguruan tinggi. Pendekatan pertanian cerdas yang adaptif dan inklusif juga mendukung peningkatan kesejahteraan petani serta keberlanjutan sistem pangan di tingkat regional. Melalui konsorsium ini, Fakultas Pertanian Unpad berupaya menghadirkan model pendidikan dan inovasi pertanian yang berkelanjutan, kolaboratif, dan berdampak bagi masyarakat serta lingkungan.






