Penulis : Huios Imanel

Jatinangor, 5 Desember 2025 – Ichigo Greenhouse merupakan salah satu fasilitas riset unggulan Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran. Greenhouse ini lahir dari kolaborasi jangka panjang antara Unpad dengan Japan Premium Vegetables (JPV) yang didukung oleh Japan International Research Center for Agricultural Sciences (JIRCAS). Berlokasi di Bale Tatanen, fasilitas ini menjadi laboratorium hidup tempat mahasiswa, dosen, dan peneliti belajar langsung mengenai budidaya stroberi premium berbasis teknologi Jepang. Pengembangan dan koordinasi riset di greenhouse ini berada di bawah tanggung jawab Prof. Reginawanti Hindersah yang berperan penting dalam memastikan keberlanjutan penelitian serta kerja sama internasional yang berlangsung hingga hari ini.

Seluruh proses produksi stroberi di Ichigo Greenhouse mengikuti standar budidaya modern yang sangat presisi. Bibit yang digunakan bukan bibit komersial biasa, melainkan bibit unggulan hasil penelitian Jepang. Perbanyakan bibit dilakukan sepenuhnya di seedlings raising nursery, mulai dari penyemaian benih dan  hingga penyimpanan pada suhu rendah pada 4°C selama tiga minggu, sebelum akhirnya dipindahkan ke rumah kaca dan dirawat hingga tanaman berproduksi. Setiap tahap dilakukan secara teliti karena sebagian besar pendanaan riset berasal dari institusi Jepang yang menekankan praktik “labor-intensive” dan akurasi data.

Greenhouse ini juga menjadi ruang penerapan proteksi tanaman yang ramah lingkungan, di mana penggunaan pestisida kimia diminimalkan dan digantikan dengan pestisida nabati. Dengan pendekatan tersebut, buah yang dihasilkan tidak hanya memiliki kualitas premium, tetapi juga aman dikonsumsi. Saat panen tiba, stroberi diklasifikasikan menggunakan standar grading Jepang yang melihat bobot, bentuk, serta kondisi visual buah. Sistem grading ini membantu menjaga konsistensi kualitas dan menjadi bagian penting dari pemahaman mahasiswa mengenai manajemen pascapanen. Varietas stroberi Jepang yang dibudidayakan di Ichigo Greenhouse adalah Sakura, Haruhi, Benihoppe, Natsunoboshi, dan KS-75. Masing-masing varietas memiliki karakteristik pertumbuhan dan adaptasi di lingkungan tropis yang berbeda. Tingkat adaptasi Varietas KS-75 paling rendah sehingga akan dikembangkan sebagai koleksi riset. Seluruh hasil panen tidak dapat diedarkan secara bebas karena bibit diimpor untuk kepentingan penelitian.

Selain menjadi pusat budidaya, Ichigo Greenhouse juga berfungsi sebagai sarana pembelajaran lintas disiplin. Mahasiswa dari berbagai mata kuliah terlibat dalam kegiatan praktikum, mulai dari budidaya dan proteksi tanaman hingga analisis sosial ekonomi pertanian. Para peneliti dan dosen juga memanfaatkan fasilitas ini untuk menghasilkan inovasi dan publikasi ilmiah. Sejak didirikan pada Maret 2023, pengelolaan greenhouse telah melewati berbagai tantangan, termasuk  sumber daya dan tenaga kerja. Namun dengan pengelolaan yang konsisten di bawah koordinasi  Prof. Reginawanti Hindersah dan tim serta Bapak Kenji Endo dari JPV, fasilitas ini terus berkembang dan semakin matang sebagai pusat riset kolaboratif. Bagi Fakultas Pertanian Unpad, Ichigo Greenhouse bukan hanya tempat menanam stroberi. Tempat ini menjadi simbol bagaimana inovasi pertanian dapat berkembang melalui kerja sama internasional, ketekunan riset, dan penerapan teknologi yang tepat. Greenhouse ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk melihat langsung bagaimana pertanian presisi dijalankan, serta bagaimana ilmu di kelas terhubung dengan praktik lapangan.Dengan seluruh proses dan nilai yang diusungnya, Ichigo Greenhouse menjadi bukti nyata bagaimana riset mampu menghadirkan pengalaman belajar yang aplikatif, inovatif, dan relevan bagi mahasiswa. Fasilitas ini tidak hanya memperkaya ekosistem penelitian di Fakultas Pertanian, tetapi juga memperluas jejaring kolaborasi dengan institusi swasta dan perguruan tinggi di Jepang, sehingga membuka ruang pertukaran ilmu pengetahuan yang berkelanjutan. Di balik barisan tanaman stroberi yang tumbuh rapi, hadir kerja keras, disiplin ilmiah, dan kolaborasi lintas negara yang terus menggerakkan semangat kemajuan dari tahun ke tahun. Kolaborasi ini menegaskan komitmen Unpad dalam mewujudkan pendidikan dan riset-pengembangan pertanian yang Unggul, Inklusif, dan Berdampak, sekaligus mendukung pencapaian SDGs—khususnya SDG 4 (Quality Education), SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure), dan SDG 12 (Responsible Consumption and Production)—melalui inovasi berkelanjutan yang memberi manfaat nyata bagi ilmu pengetahuan dan masyarakat.

id_IDIndonesian