Thai Nguyen, Vietnam (14–16 Oktober 2025) – Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran (Faperta Unpad) berpartisipasi dalam International Climate Change Conference 2025 yang diselenggarakan di Thai Nguyen University of Agriculture and Forestry (TUAF), Vietnam.

Kegiatan yang mempertemukan akademisi, mahasiswa, komunitas, organisasi non-pemerintah (NGO), sektor swasta, dan perwakilan pemerintah dari berbagai negara ini menjadi wadah untuk berbagi praktik terbaik serta solusi inovatif terhadap tantangan perubahan iklim global. Partisipasi mahasiswa Faperta Unpad pun salah satu bentuk wujud nyata peran generasi muda Indonesia dalam memperkuat diplomasi ilmiah, membangun jejaring internasional, serta berkontribusi terhadap pengembangan pertanian berkelanjutan dan rendah emisi (low-emission agriculture).

Keterlibatan mahasiswa Faperta Unpad dalam forum internasional ini menjadi pengalaman berharga tersendiri dalam memperkuat kapasitas ilmiah, kepemimpinan lingkungan, dan jejaring global. Selain memperoleh wawasan tentang strategi adaptasi dan mitigasi iklim di berbagai negara, sebagai mahasiswa juga belajar mengenai pentingnya riset transdisipliner yang menghubungkan ilmu pertanian, ekologi, ekonomi, dan sosial”, ujar Diyah Sri Utami, sebagai perwakilan mahasiswa dari Unpad Program Doktoral Fakultas Pertanian.

Diyah juga menjelaskan di hari pertama, para partisipan termasuk mahasiswa mendiskusikan aksi iklim berbasis komunitas, menekankan pentingnya inovasi lokal dan kolaborasi multipihak dalam pengelolaan sampah serta energi terbarukan. Yang mana Solusi perubahan iklim yang berkelanjutan harus berakar dari inisiatif lokal yang diberdayakan oleh pengetahuan ilmiah dan dukungan kebijakan yang adaptif. Selain itu hal-hal yang mempengaruhi keberhasilan mitigasi permasalahan iklim dapat berupa kolaborasi multipihak dalam mengatasi kesenjangan antara kebijakan dan implementasi di lapangan, serta bagaimana strategi membangun ekosistem kebijakan yang inklusif untuk mendukung aksi komunitas. *gg

Hari kedua, mereka berkesempatan mengunjungi Climate Learning Center (CLC) TUAF untuk mempelajari praktik pertanian berkelanjutan (agroforestri, pupuk hayati) dan mendapatkan inspirasi untuk mengembangkan Agroecology and Climate Learning Hub di Unpad. Mahasiswa juga mendalami tren pembiayaan berkelanjutan, yang kini memprioritaskan proyek berdampak sosial dan lingkungan yang dapat dijadikan sebuah wadah kolaboratif yang mengintegrasikan riset, edukasi, dan pemberdayaan petani menuju sistem pertanian hijau dan tangguh iklim.

Puncak kegiatan di hari ketiga adalah presentasi riset mahasiswa Faperta Unpad berjudul “Low-Emission Strategy: Co-Cultivation of Rice and Azolla for Climate-Resilient Farming.” Riset ini membuktikan ko-kultur padi dan Azolla (paku air pengikat nitrogen) mampu menjadi praktik pertanian 100% alami, menurunkan emisi gas rumah kaca (CH₄ dan N₂O), meningkatkan karbon tanah, dan mendukung ketahanan pangan di lahan. Makalah yang disampaikan dalam sesi presentasi ilmiah ini menjadi salah satu riset inisiatif pertanian rendah emisi dan sirkular yang tengah dikembangkan di Fakultas Pertanian Unpad, sejalan dengan agenda Climate-Smart Agriculture (CSA) dan sejalan dengan SDGs khususnya tujuan ke-13 (Climate Action).

Partisipasi ini memperkuat kapasitas ilmiah, jejaring global, dan komitmen Faperta Unpad untuk mencetak agen perubahan serta mengintegrasikan riset dengan aksi nyata di komunitas.

Sumber : Diyah Sri Utami, Mahasiswa Doktoral Faperta Unpad

Disadur oleh : Tim Humas Faperta

id_IDIndonesian