Sehubungan dengan  Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa Universitas Padjajaran 2014 yang diadakan 6 bulan sekali  setiap tahunnya. Klinik Tanaman HPT Faperta Unpad kembali berkesempatan  untuk melaksanakan pengabdian kepada masyarakat bekerjasama dengan mahasiswa dan dosen pembimbing lapangan (DPL) KKNM mengadakan penyuluhan pertanian di desanya.Penyuluhan kali ini bekerjasama dengan para Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dan Mahasiswa KKNM Unpad  2014. Wilayah Desa KKNM Klintan yang di kunjungi yaitu wilayah Sumedang, Garut, dan Ciamis.

Penyuluhan pertama yaitu di desa KKNM, desa Saguling Ciamis ini bekerjasama dengan DPL dari desa tersebut. Materi yang disampaikan berupa pengolahan sampah sesuai dengan yang dikeluhkan para warga desa tersebut. Sehingga, penyuluhan ini memberi solusi berupa pembuatan keranjang takakura sebagai pemanfaatan limbah organik rumah tangga untuk dijadikan kompos.  Dilanjutkan dengan  materi mengenai Mikroorganisme Lokal yang berasal dari gedebong pisang.

Masih di daerah Ciamis penyuluhan yang diadakan pada tanggal 24 Januari 2014 ini dibagi menjadi dua team, karena desa KKNM tersebut yaitu desa Talagasari mengadakan dua penyuluhan di tempat yang berbeda. “Penyuluhan dibagi menjadi dua lokasi karena jarak dari setiap RT yang terlalu luas” Ujar Koordinator Desa Talagasari.Team penyuluh terdiri dari 8 orang dengan pemateri utama Imelda dan Riska, materi penyuluhan yang disampaikan yaitu Hama Wereng Hijau, hal ini sesuai dengan keluhan para petani mengenai seringnya hama wereng yang menyerang persawahan mereka yang mengakibatkan gagal panen.  Para petani sangat interaktif dalam membahas kasus ini, sehingga penyuluhan berjalan secara dua arah.

Tanggal 26 Januari 2014, Penyulahan diadakan di desa Margaharja Ciamis. Materi penyuluhan kali ini mengenai pengendalian hama terpadu  pada tanaman padi terutama wereng coklat. Team kali ini terdiri dari 5 orang dengan pemateri utama Gesang. Pelajaran dari penyuluhan kali ini salah satunya pertanian bukan hanya dibangun oleh teknik budidayadsb, melainkan jg organisasi politik.

Hari berikutnya yaitu 27 Januari 2014 team penyuluh klintan diundang untuk mengisi penyuluhan di desa KKNM yaitu desa Sukasari, Garut. Sama seperti penyuluhan berikutnya, materi yang diminta oleh mahasiswa KKNM berupa penanggulangan sampah sesuai dengan keluhan para warga di desa tersebut. Oleh karena itu, kami membawakan materi mengenai Keranjang Takakura dengan pemateri utama yaitu Gema Takbir. “Oh, jadi nanti kalau habis masak, sampahnya bisa jadi pupuk buat pot di rumah” Ujar salah satu peserta penyuluhan.

Pada tanggal 28 dan 29 Januari 2014 penyuluhan  diadakan di dua desa yaitu desa Saguling dan desa Sukamulya yang merupakan permintaan dari DPL desa tersebut yaitu Ibu Dr. Noor Istifadah, Ir.,Msi dengan materi vertikultur dan tanaman sehat.

Tanggal 3 Februari 2014 Penyuluhan diadakan di desa KKNM  yaitu desa Kadaluwung Sumedang. Penyuluhan kali ini mengenai “Hama Beureum dan Bekicot pada Tanaman Padi”, dengan pemateri utama Riska dan tambahan materi mengenai “Persiapan musim tanam baru” dari PPL desa tersebut. Tim klintan kali ini berjumlah 4 orang.

Penyuluhan selanjutnya tanggal 4 februari 2014 di Desa Cikedotan dan Desa Mekarsari mengenai PHT tanaman Padi dan tikus. Penyuluhan kali ini  merupakan permintaan dari DPL desa tersebut yaitu Bapak Agus. Para peserta penyuluhan terdiri dari perwakilan beberapa gapoktan dan perwakilan ketua RT setempat.

Masih dengan permintaan DPL KKNM di desa Telagasari Desa Pasirkiamis yaitu Bapak Andang dan Bapak Wawan penyuluhan kali ini mengenai jamur entomopatogen. Tim dari Klintan dibagi menjadi dua tim yaitu tim desa Talagasari bersama Bapak Andang dan tim desa Pasirkiamis dengan Bapak Wawan.

Rangkaian penyuluhan pada periode KKNM 2014 ini terdiri dari 11 desa, “Walaupun cape dengan jadwal kegiatan penyuluhan yang full dalam beberapa minggu ini menjadikan kebanggan tersendiri bagi Klinik tanaman yang dipercaya oleh Mahasiswa dan DPL KKNM” Ujar Ahmad Zein selaku Ketua Divisi Pengabdian Masyarakat.


Menu Utama ID