{"id":14331,"date":"2025-08-25T10:50:00","date_gmt":"2025-08-25T03:50:00","guid":{"rendered":"https:\/\/faperta.unpad.ac.id\/?p=14331"},"modified":"2025-08-28T11:39:04","modified_gmt":"2025-08-28T04:39:04","slug":"selamat-tinggal-rasa-takut-inovasi-vr-dan-parfum-kemenyan-dari-mahasiswa-unpad-bikin-terapi-fobia-jadi-lebih-praktis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faperta.unpad.ac.id\/en\/selamat-tinggal-rasa-takut-inovasi-vr-dan-parfum-kemenyan-dari-mahasiswa-unpad-bikin-terapi-fobia-jadi-lebih-praktis\/","title":{"rendered":"Selamat Tinggal Rasa Takut! Inovasi VR dan Parfum Kemenyan dari Mahasiswa Unpad Bikin Terapi Fobia Jadi Lebih Praktis."},"content":{"rendered":"<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"576\" src=\"https:\/\/faperta.unpad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/Blue-Tosca-Gradient-Modern-Virtual-Reality-Presentation-1_001-1024x576.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-14332\" srcset=\"https:\/\/faperta.unpad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/Blue-Tosca-Gradient-Modern-Virtual-Reality-Presentation-1_001-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/faperta.unpad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/Blue-Tosca-Gradient-Modern-Virtual-Reality-Presentation-1_001-300x169.jpg 300w, https:\/\/faperta.unpad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/Blue-Tosca-Gradient-Modern-Virtual-Reality-Presentation-1_001-768x432.jpg 768w, https:\/\/faperta.unpad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/Blue-Tosca-Gradient-Modern-Virtual-Reality-Presentation-1_001-18x10.jpg 18w, https:\/\/faperta.unpad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/Blue-Tosca-Gradient-Modern-Virtual-Reality-Presentation-1_001.jpg 1440w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Takut ketinggian, ruangan sempit, atau gelap?&nbsp; Untuk&nbsp; sebagian orang, rasa takut itu bukan sekadar hal sepele, tapi bisa benar-benar mengganggu keseharian. Data dari American Psychiatric Association (2013) menunjukkan bahwa fobia spesifik bisa meningkatkan risiko gangguan serius, bahkan sampai menyebabkan kecenderungan bunuh diri hingga 60%. Wahh&#8230; mengerikan sekali, bukan?! Dari hasil survei tim mahasiswa Unpad, tercatat 81,1% responden mengaku mengalami gejala fobia yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Angka ini jelas menunjukkan kebutuhan akan terapi yang lebih ramah, aman, dan bisa diakses dengan mudah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Nah, di sinilah inovasi Incensory hadir!! Produk Inovatif ini menggabungkan <em>Virtual Reality Phone<\/em> (VR <em>Phone<\/em>) dengan aroma kemenyan untuk menciptakan pengalaman terapi multisensori yang imersif sekaligus menenangkan. Incensory menghadirkan pengalaman terapi multisensori 3-in-1, Visual Immersive VR Phone menghadirkan simulasi realistis, dari ketinggian, ruang sempit, hingga gelap, sesuai pemicu fobia, Aroma Therapeutic dimana parfum kemenyan khusus yang memberi efek relaksasi alami, Kontrol Adaptif membuat intensitas simulasi diatur sesuai kenyamanan, sehingga aman untuk terapi. Dengan Incensory, pengguna bisa menghadapi pemicu fobianya dalam lingkungan yang aman, terkendali, dan dipadukan dengan aroma relaksasi alami dari parfum kemenyan. Perpaduan teknologi modern dan budaya Nusantara ini membuat Incensory bukan cuma soal kesehatan mental, tapi juga produk dengan nilai budaya yang kuat.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"576\" src=\"https:\/\/faperta.unpad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/Blue-Tosca-Gradient-Modern-Virtual-Reality-Presentation-1_002-1024x576.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-14333\" srcset=\"https:\/\/faperta.unpad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/Blue-Tosca-Gradient-Modern-Virtual-Reality-Presentation-1_002-1024x576.jpeg 1024w, https:\/\/faperta.unpad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/Blue-Tosca-Gradient-Modern-Virtual-Reality-Presentation-1_002-300x169.jpeg 300w, https:\/\/faperta.unpad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/Blue-Tosca-Gradient-Modern-Virtual-Reality-Presentation-1_002-768x432.jpeg 768w, https:\/\/faperta.unpad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/Blue-Tosca-Gradient-Modern-Virtual-Reality-Presentation-1_002-18x10.jpeg 18w, https:\/\/faperta.unpad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/Blue-Tosca-Gradient-Modern-Virtual-Reality-Presentation-1_002.jpeg 1280w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kemenyan yang menjadi bahan dasar parfum Incensory bukanlah hal asing untuk&nbsp; masyarakat Indonesia. Sejak dulu, kemenyan dipakai dalam ritual budaya dan spiritual. Namun, sekarang melalui riset para ahli, terbukti bahwa kemenyan mengandung asam sinamat hingga 51,48% yang bisa bantu meredakan stres dan memberikan efek menenangkan. Potensinya yang semakin besar dan didukung oleh data BPS tahun 2021 yang menjelaskan bahwa Indonesia khususnya Sumatera Utara tercatat sebagai produsen kemenyan terbesar dengan produksi mencapai 8.845 ton. Artinya, Incensory nggak cuma membawa manfaat medis, tapi juga berpotensi mengangkat komoditas lokal ke tingkat global. Dengan konsep ini, Incensory diharapkan bisa jadi alternatif solusi nyata buat mendukung kesehatan mental masyarakat, sekaligus berkontribusi pada SDGs poin 3: Good Health and Well-being. Incensory membuktikan bahwa ide kreatif berbasis teknologi dan kearifan lokal bisa melahirkan solusi nyata untuk masalah sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Inovasi ini lahir dari tangan kreatif mahasiswa multidisiplin ilmu Universitas Padjadjaran dengan dosen pendamping Vira Kusuma Dewi, M.Sc., Ph.D (<strong>Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran<\/strong>), ketua tim Jeremia Luis Fernando Silitonga (Bisnis Internasional), bersama dengan anggota tim Farhan Ardia Nashwan (Kedokteran), Salma Salamah (Ilmu Peternakan), Nadia Ratu Aini Alamsyah (Akuntansi), dan Haris Herdiansyah (Teknik Informatika). Mereka berkolaborasi dalam Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K). dan berhasil mendapatkan dukungan pendanaan dari Kemendikti Saintek RI.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Incensory dihadirkan dengan nilai praktis, inovatif, dan terkontrol tepat buat bantu banyak orang yang selama ini fobianya kurang tertangani secara optimal.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Supaya makin lekat dengan budaya Nusantara, nama dari tiap varian Incensory diambil dari bahasa daerah: Timbo (Batak, berarti tinggi), Jero (Sunda, berarti menjorok), dan Peteng (Jawa, berarti gelap). Tak hanya itu, desain kemasan pun dihiasi motif batik, membuat nilai tradisi kian terasa. Incensory nggak berhenti di produk fisik saja. Lewat platform digital yang terhubung dengan QR code, pengguna bisa akses berbagai konten: panduan pemakaian, tips menghadapi fobia, artikel kesehatan mental, sampai voucher khusus untuk layanan tambahan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penasaran dengan Incensory? Cari tahu lebih banyak di website resmi kami <a href=\"http:\/\/incensory.id\">Incensory.id<\/a> dan media sosial Instagram, Tiktok, dan Shopee Incensory.official pantengin teruss yukkkk&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>LetsFeel it, Face it, Heal it with Incensory\u00a0<\/li>\n<\/ul>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Takut ketinggian, ruangan sempit, atau gelap?&nbsp; Untuk&nbsp; sebagian orang, rasa takut itu bukan sekadar hal sepele, tapi bisa benar-benar mengganggu keseharian. Data dari American Psychiatric Association (2013) menunjukkan bahwa fobia spesifik bisa meningkatkan risiko gangguan serius, bahkan sampai menyebabkan kecenderungan bunuh diri hingga 60%. Wahh&#8230; mengerikan sekali, bukan?! Dari hasil survei tim mahasiswa Unpad, tercatat&#8230;<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-14331","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faperta.unpad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14331","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faperta.unpad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faperta.unpad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faperta.unpad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faperta.unpad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14331"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faperta.unpad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14331\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faperta.unpad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14331"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faperta.unpad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14331"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faperta.unpad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14331"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}